Kuliah Dosen Tamu: The Role of Philosophy to Develop Educational Sciences in the Midst of Globalization Challenges

Narasumber Kuliah Dosen Tamu
Prodi S3 PAI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kuliah dosen tamu. Kuliah dosen tamu umumnya dipahami sebagai kegiatan perkuliahan yang menghadirkan narasumber dari luar lembaga. Kuliah dosen tamu ini dimaksudkan sebagai usaha untuk memberikan wawasan kepada para mahasiswa dan dosen dari berbagai perspektif yang sesuai dengan keilmuan yang dikembangkan pada program studi.
Pada Program Doktor PAI FITK UIN Sunan Kalijaga, kuliah dosen tamu ini mendatangkan narasumber yang dianggap signifikan dalam upaya untuk memutakhirkan dan memperkaya wawasan dan pespektif keilmuan para mahasiswa dan dosen pada program studi. Karenanya, topik kuliah dosen tamu ini dapat didasarkan pada satu atau beberapa matakuliah yang diajarkan pada program studi.
Kuliah dosen tamu ini juga dapat menjadi wahana bagi Program Doktor PAI FITK UIN Sunan Kalijaga untuk memberikan penyegaran proses pembelajaran melalui motivasi dalam kultur akademik. Hasil (output) yang diharapkan dari kegiatan kuliah dosen tamu ini adalah (1) meningkatnya wawasan akademik dan perspektif keilmuan civitas akademik; (2) pembelajaran civitas akademik yang terbarukan; dan (3) termotivasinya mahasiswa dalam percepatan penyelesaian penulisan disertasi. Sedangkan tujuannya adalah: (1) memberikan wawasan kepada para mahasiswa dan dosen dari berbagai perspektif yang sesuai dengan keilmuan yang dikembangkan pada program studi; (2) memberikan penyegaran bagi proses pembelajaran dalam program studi; (3) menciptakan iklim akademik yang kondusif bagi pengembangan civitas akademik; dan (4) memberikan motivasi bagi mahasiswa dalam penyelesaian penulisan disertasi.
Kegiatan kuliah dosen tamu ini dilaksanakan secara online dengan pusat operasional sistem pada Ruang Kuliah Lt 1 Gedung PPG FITK. Waktu pelaksanaannya adalah pada hari Senin, 17 Juli 2023, mulai jam 08:30 higga pukul 11:30. Kuliah dosen tamu ini menghadirkan pakar filsafat yakni Prof. Dr. Martha Catherine Beck yang dimoderatori Sibawaihi, M.A., Ph.D.
Sebagai pakar filsafat, Professor Martha mendekati isu ini dalam perspektif yang kritis. Terkait dengan tema tentang peran filsafat untuk mengembangkan ilmu pendidikan, dosen Lyon College, Arkansas, Amerika Serikat ini memulai presentasinya dengan menyoroti istilah “pengembangan ilmu pendidikan.” Menurutnya, ilmu sosial yang di dalamnya terdapat ilmu pendidikan tidak diperlukan untuk mengontrol realitas sosial. Ini mengimplikasikan bahwa ilmu pengetahuan dihadirkan bukan untuk memperdaya manusia, melainkan untuk membantu manusia menjaga moralitas dan memajukan peradabannya. Dalam upaya ini, kita perlu mendidik anak-anak sejak dini untuk peduli dengan bumi dan isinya (termasuk manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan) serta menjaganya.
Ilmu sosial modern harus diperkaya dengan wawasan klasik tradisional. Ilmu sosial tidak akan berfungsi dengan baik tanpa wawasan tradisi kebijaksanaan klasik. Karena itu, di tengah berbagai tantangan globalisasi sekarang ini, menggunakan media sosial untuk pendidikan hendaknya didasarkan pada paradigma pendidikan klasik. Situs-situs media sosial yang terkait dengan pendidikan umumnya menyasar hal sekuler dan hal keagamaan. Untuk situs keagamaan khususnya Islam, umat Islam sebaiknya menggali teladan dari sosok Muhammad, misalnya sikapnya dalam memperlakukan wanita dan pandangannya tentang pendidikan. Teladan ini sangat penting dikembangkan dalam konteks pendidikan di era globalisasi.
Agama, karena sifatnya yang lekat dengan teologi, moral, dan ritual, memiliki potensi untuk berbeda satu sama lain. Tetapi persamaan-persamaan di antara agama-agama hendaknya dikedepankan dibanding perbedaan-perbedaannya. Metodologi modern yang menempatkan kritik pada pandangan pencerahan Barat karenanya patut diapresiasi. Pencerahan Barat ini menjadikan fakta-fakta empiris sebagai lokus utama dalam setiap kajian ilmiah, dan ini tidak selalu sejalan dengan agama bahkan tradisi kebijaksanaan klasik dan modern.