Dr. Achmad Sopian mempromosikan Pendidikan Islam berbasis “Alamiyah-Religius” dalam Tradisi Suku Baduy Luar
Dr. Achmad Sopian mempromosikan Pendidikan Islam berbasis “Alamiyah-Religius” dalam Tradisi Baduy Luar, 21 Januari 2025
Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali mempromosikan secara terbuka Doktor PAI yang ke-24. Gelar Doktor ini diraih olehAchmad Sopian(NIM.21304011006) dengan judul Disertasi:“Pendidikan Agama Islam dalam Perspektif Filsafat (Studi Kasus pada Masyarakat Suku Baduy Luar Desa Kanekes Kec. Leuwidamar Kab. Lebak Provinsi Banten)”.Ujian Promosi Doktor dilaksanakan pada hari Selasa, 21 Januari 2025.
Ujian Promosi Doktor atau Ujian Terbuka ini dilaksanakan di Aula Pertemuan Lantai 3 Gedung PPG FITK UIN Sunan Kalijaga, Sambilegi, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Dalam ujian ini, yang bertindak sebagai Ketua Sidang adalah Prof. Dr. Istiningsih, M.Pd. (Wakil Rektor I UIN Sunan Kalijaga) dan sekretaris sidang olehDr. Zainal Arifin, M.S.I. (Sekprodi Doktor PAI). Kedua promotor adalahProf. Dr. Abdul Munip, M.Ag danProf. Dr. Sembodo Ardi Widodo, M.Ag.(Guru Besar FITK). Para penguji adalahDr. Usman, S.S., M.Ag.,Prof. Dr. Maragustam, M.A., Prof. Dr. Siswanto Masruri, M.A., dan Prof. Dr. Tasman M.A.
Disertasi yang berhasil dipertahankanini bertujuan untuk (1)mengetahui dan menganalisis konsep ontologi, epistemologi dan aksiologi pendidikan agama Islam masyarakat Suku Baduy Luar dan (2) menganalisis dan mengkonstruksi praktik-praktik pendidikan agama Islam masyarakat Suku Baduy Luar. Penelitian ini termasuk jenis penelitianfield researchdengan jenis penelitian kualitatif. Data penelitian ini diperoleh melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subyek penelitian yaitu masyarakat Baduy Luar. Penentuan subjek penelitian dimulai dengan menggunakan teknik sampling. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalahnonprobabilitysampling, yaitusnowball sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan interaktif model dari Miles, Huberman, dan Saldana yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Hasil penelitian menemukanbahwa:Pertama,konsepPendidikan Agama Islam (PAI) masyarakat Suku Baduy Luar berpijak padaajaran Islam, nilai-nilaipikukuh, dan harmoni dengan alam. Secaraontologis, pendidikan dipahami sebagai proses alamiah yangterintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Secaraepistemologis,pengetahuan bersumber dari ajaran Islam,pikukuh, dan pengalamanlangsung dari alam. Secaraaksiologis, pendidikan berorientasi pada pelestarian adat, keseimbangan ekosistem, dan pembentukan moralitas.Kedua,praktik PAI berlangsung melalui pembelajaran informal berbasis budaya lokal seperti PAI melaluialaman wiwitan, pendidikan multikultural melalui toleransi beragama, dan kegiatan kolektif sepertingariung. Penelitian ini menemukan sebuah teori pendidikan Islam dalam kategorisasi’Alamiah-Religius(al-Thobi’iyyah al-Dīniyyah)yang mencerminkan perpaduan antara religiusitas dan kelestarian budaya dan pendidikan di masyarakat Suku Baduy Luar terjadi secara alamiah menyesuaikan dengan alam, serta masyarakat Suku Baduy Luar menjalankan kehidupan dalam berbudaya itu religius.Penelitian ini menemukan implikasi konseptual.Pertama,filsafat keseimbangan antara alam dan spiritualitas artinya bahwa pendidikan agama Islam dapat memengaruhi cara masyarakat Suku Baduy Luar memandang identitas keagamaan mereka, terutama pendidikan melibatkan proses asimilasi nilai-nilai Islam ke dalam kebiasaan adat.Kedua, integrasi nilai-nilai filsafat PAI yaitu filosofi pendidikan agama Islam menekankan hubungan antara akal, wahyu, dan pengalaman. Dalam masyarakat Suku Baduy Luar, banyak mengandalkan pengalaman sebagai sumber pembelajaran, pendekatan ini dapat membuka ruang dialog antara metode tradisional dan Islam. [ZA]
Kata Kunci:Pendidikan agama Islam, Baduy Luar, Pikukuh