Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Meluluskan Doktor Ke-18
Penyampaian Yudisiun oleh Ketua Sidang, Prof. Dr. Sukiman, S.Ag., M.Pd.
Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali melahirkan Doktor PAI yang ke-18. Gelar Doktor ini diraih oleh Imam Suyuti dengan judul Disertasi: “Formulasi Model Kurikulum Pendidikan Agama Islam untuk Tingkat SMA/SMK: Studi Kurikulum Merdeka dengan Pendekatan Psikologi Belajar”. Ujian Promosi Doktor dilaksanakan pada hari Rabu, 13 November 2024.
Ujian Promosi Doktor atau Ujian Terbuka ini dilaksanakan di Aula Pertemuan Lantai 3 Gedung PPG FITK UIN Sunan Kalijaga, Sambilegi, Maguwoharjo, Sleman, DIY. Dalam ujian ini, yang bertindak sebagai Ketua Sidang adalah Prof. Dr. Sri Sukiman, S.Ag, M.Pd. (Kaprodi Doktor PAI) dan sekretaris sidang oleh Dr. M. Agung Rokhimawan, M.Pd. (Dosen FITK). Kedua promotor adalah Prof. Sangkot Sirait, M.Ag. (Guru Besar FITK) dan Dr. Khamim Zarkasih, M.Si. (Dosen FITK). Para penguji adalah Usman, SS, M.Ag. Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I., Prof. Dr. Maemonah, M.Ag (ketiganya adalah dosen FITK) dan Dr. Sutarman, S.Pd. M.Hum.. (Dosen Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta).
Disertasi yang berhasil dipertahankan tersebut menggunakan metode Research and Development (R&D) model Borg dan Gall yang meliputi beberapa tahapan, yaitu: pengumpulan informasi awal, perencanaan, pengembangan produk awal, hingga uji coba terbatas melalui simulasi dan eksperimen. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan survei menggunakan kuesioner berskala Likert yang dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan inferensial.
Hasil penelitian menemukan, pertama, implementasi model kurikulum PAI di Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, dan Jawa Timur bervariasi. Terdapat beberapa daerah telah berhasil dalam mengadaptasi prinsip-prinsip “Kurikulum Merdeka” dalam hal fleksibilitas dan relevansi pembelajaran, namun tantangan tetap ada dalam menjaga konsistensi keterlibatan siswa dan relevansi pembelajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, Penelitian ini merespons tantangan tersebut dengan mengembangkan model kurikulum PAI yang mengintegrasikan pendekatan psikologi belajar, yaitu: teori konstruktivisme, motivasi intrinsik, dan pembelajaran sosial, untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa. Uji coba terbatas melalui simulasi dan eksperimen terhadap model ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterlibatan siswa dan pemahaman materi ajar, serta kemampuan mereka menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan nyata. Ketiga, Metode pembelajaran berbasis proyek dan kolaboratif yang diterapkan dalam model ini terbukti efektif dalam memperkuat keterlibatan siswa dan memperdalam pemahaman mereka, sementara pendekatan holistik dalam evaluasi menghasilkan penilaian yang lebih komprehensif, mendukung pertumbuhan intelektual dan spiritual siswa secara lebih baik.