Webinar Nasional II, dengan Tema “Pendidikan Agama Islam sebagai Sarana Membangun Kesadaran Ekologis di Era Modern”

Kamis, 07 November 2024 program Doktor PAI UIN Sunan Kalijaga mengadakan webinar nasional dengan tema “Pendidikan Agama Islam sebagai Sarana Membangun Kesadaran Ekologis di Era Modern” diselenggarakan melalui platform Zoom Meating. Webinar nasional ini diikuti oleh 120 peserta dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, praktisi pendidikan, mahasiswa dan guru. Ary Asy’ari sebagai moderator dalam webinar nasional ini memandu berjalannya diskusi dengan baik.

Prof. Dr. Sigit Purnama, M. Pd selaku Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga menyampaikan sambutan dari keynote speaker serta membuka acara webinar nasional. Dalam sambutan dan paparannya, beliau menyampaikan pentingnya membangun kesadaran ekologis di era modern dengan mengintegrasikan pendidikan agama Islam, sehingga adanya keselarasan antara ekologis dan pendidikan agama Islam. Topik ekologis sangatlah relevan dengan isu-isu yang ada. Dengan adanya webinar ini maka diharapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran ekologis. Di era digital, pendidikan lingkungan dapat diterapkan melalui media digital, aplikasi pembelajaran, dan konten-konten media sosial yang menarik.

Setelah sambutan dilanjutkan dengan sesi paparan webinar nasional oleh empat narasumber ahli di bidang PAI. Prof. Dr. Muhammad M.Ag. membuka sesi webinar dengan topic “Pelestarian Lingkungan Perspektif Al-Qur’an”. Ia menjelaskan bahwa manusia hidup dalam sebuah kesatuan ruang yang terdiri atas beberapa komponen yang dikenal sebagai lingkungan hidup. Kebutuhan manusia yang tidak ada habisnya seringkali membuat manusia bertindak berlebihan, mengeksploitasi lingkungan sebesar-besarnya demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Allah swt menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi, agar mengelola dan membawa cinta kasih pada alam semesta dalam QS. Al-Baqarah ayat 30. Allah swt menciptakan manusia untuk beribadah dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56. Kerusakan di darat dan laut karena ulah tangan manusia dalam QS. Ar-Rum ayat 41-42. Larangan membuat kerusakan di bumi dalam QS. Al-Baqarah ayat 11-12, QS. An-Nahl ayat 92.

Selanjutnya Dr. Silahuddin, M.Ag (Kaprodi Doktor PAI UIN ar-Raniry Aceh) membahas tentang “PAI sebagai Sarana Membangun Kesadaran Ekologis di Era Modern”. Dalam pembahasannya beliau menyampaikan bahwa kesadaran ekologi mengacu pada pemahaman dan kepedulian kita terhadap hubungan yang kompleks antara manusia dengan lingkungan. Kerusakan di bumi akibat ulah manusia maka pendidikan agama Islam diharapkan dapat membangun kesadaran ekologis di era modern dengan cara koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak, membantu menjaga lingkungan dengan materil atau spiritual, bergotong royong dan melakukan pengawasan bersama.

Mawi Khusni Albar, M. Pd. I menyapaikan terkait “Sinergi Pendidikan Agama dan Kesadaran Lingkungan: Tantangan dan Peluang di Era Modern”. Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa sinergi antara pendidikan agama dan kesadaran lingkungan sangat penting dalam membentuk generasi yang peka terhadap isu-isu ekologis di era modern ini. Pendidikan agama tidak hanya berfungsi untuk membentuk karakter dan moralitas individu, tetapi juga dapat menjadi sarana efektif untuk mengajarkan nilai-nilai keberlanjutan dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Tantangan yang dihadapi dalam sinergi ini meliputi kurangnya integrasi kurikulum yang memadukan ajaran agama dengan pendidikan lingkungan, resistensi dari sebagian masyarakat terhadap perubahan, serta keterbatasan sumber daya dan fasilitas yang mendukung pendidikan berbasis lingkungan.

Sesi terakhir oleh Cintya Sukma Widita yang membahas mengenai “PAI sebagai Sarana Membangun Kesadaran Ekologis di Era Modern”. Beliau menyampaikan bahwa tantangan ekologis saat ini adalah polusi, pemanasan global, perubahan iklim dan deforestasi maka perlunya kesadaran ekologis dengan menghargai nilai-nilai alam, menciptakan keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kesejahteraan bumi, mengintegrasikan dimensi spiritual dan ekologis. Peran PAI dalam membangun kesadaran ekologis di era digital yakni mengintegrasikan materi ekologis dalam pelajaran PAI, proyek sekolah berbasis lingkungan, membangun pendekatan holistik antara agama, moralitas dan ilmu pengetahuan, pembiasaan akhlak lingkungan, pemanfaatkan teknologi untuk mengedukasi ekologis dalam PAI, membangun kesadaran bahaya lingkungan dan praktik kesadaran ekologis dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya yakni sesi tanya jawab yang berlangsung dengan antusias, para peserta bertanya dengan interaktif dan berdiskusi dengan para narasumber terkait PAI sebagai Sarana Membangun Kesadaran Ekologis di Era Modern. Acara ditutup dengan kesimpulan bahwasannya semua lapisan masyarakat membutuhkan pendekatan yang inklusif, beragam agar kesadaran ekologis dapat lebih mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, serta mendorong masyarakat untuk mengambil tindakan nyata dalam menjaga lingkungan. Kegiatan ini juga sebagai bagian kerjasama antara Prodi Doktor PAI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan Prodi Doktor PAI UIN Ar-Raniry Aceh.