Epistemologizing the Islamic concept of resurrection in the hereafter: A comparative study between al-Ghazālī and Fazlur Rahman

Artikel Dosen Prodi S3 PAI FITK UIN Sunan Kalijaga terbit di Jurnal Internasional Bereputasi (Afkar).Artikel ini merupakan hasil penelitian yang mengkaji epistemologi konsep kebangkitan-kembali di akhirat dalam pandangan al-Ghazālī dan Fazlur Rahman. Penelitian ini menggunakan dokumen yang dianalisis secara deskriptif dan epistemologis. Analisis deskriptif dilakukan dalam upaya mengekplorasi pandangan kedua tokoh tentang konsep kebangkitan-kembali. Adapun analisis epistemologis, ia ditempuh dalam upaya mengidentifikasi sumber dan metode pengetahuan yang dipakai kedua tokoh dalam menjelaskan pemikiran mereka tentang kebangkitan-kembali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tokoh mengakui bahwa kebangkitan-kembali di akhirat terjadi tidak hanya pada ruh tetapi juga pada jasad. Namun, konsepsi yang dianut oleh al-Ghazāli adalah dualisme tubuh dan jiwa, sementara Rahman percaya bahwa tubuh dan jiwa adalah entitas yang tidak dapat dipisahkan. Secara epistemologis, al-Ghazālī menggunakan teks, akal, dan intuisi sebagai sumber pengetahuan sedangkan Rahman hanya menggunakan teks dan akal. Al-Ghazālī cenderung menerapkan metode kalām dan intuitif (mistis), sedangkan Rahman lebih mementingkan metode filosofis dan kalām. Pembahasan al-Ghazāli dilakukan dalam diskursus studi teologis-metafisis eskatologi, sementara Rahman melampaui studi teologis-metafisis semata di mana ia mengarahkan pembahasannya ke arah diskusi etis-antroposentris. Studi komparasi ini penting untuk mendalami dan mengembangkan pemikiran dan pendidikan Islam.Lebih lanjut dapat di akses pada DOIhttps://doi.org/10.22452/afkar.vol23no2.8