Webinar Nasional Pendidikan Agama Islam
Pemaparan Materi oleh Prof. Dr. Sukiman, S.Ag., M.Pd.
Webinar Nasional Prodi PAI S2 UMM: Transformasi Peran Guru PAI di Era Generasi Z Berbasis Islam Berkemajuan dan Berkeadaban
Malang, 25 Oktober 2025 — Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Webinar Nasional bertema “Transformasi Peran Guru PAI di Era Generasi Z Berbasis Islam Berkemajuan dan Berkeadaban.”
Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 Oktober 2025 pukul 10.00–12.00 WIB secara daring melalui platform Zoom Meeting. Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang membahas secara mendalam isu-isu aktual seputar pendidikan agama Islam di tengah dinamika generasi Z.
Salah satu narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Sukiman, S.Ag., M.Pd., dari Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi S3 PAI.
Dalam paparannya, Prof. Sukiman mengangkat topik “Guru PAI sebagai Agen Peradaban dalam Membangun Generasi Z yang Cerdas, Religius, dan Humanis dalam Bingkai Islam Berkemajuan.”
Beliau menjelaskan bahwa peran guru PAI tidak hanya sebatas sebagai penyampai materi keagamaan, tetapi juga sebagai pembentuk karakter dan agen transformasi peradaban yang menuntun generasi Z untuk tumbuh sebagai pribadi beriman, kritis, dan berkeadaban.
Dalam sesi presentasinya yang dirangkum dalam tiga bahasan utama, Prof. Sukiman menguraikan: 1) Gen Z: Karakteristik, Problem, Potensi, dan Kebutuhan — generasi yang hidup di tengah derasnya arus digitalisasi, penuh kreativitas, tetapi juga menghadapi krisis makna dan spiritualitas; 2) Guru PAI: Hakikat, Kedudukan, dan Peran sebagai Agen Peradaban — guru sebagai pelaku perubahan yang menanamkan nilai kemanusiaan dan keislaman dalam konteks zaman; dan 3) Pendidikan Agama bagi Generasi Z — pentingnya pendekatan pembelajaran agama yang bermakna, menyenangkan, dan kontekstual agar nilai-nilai Islam benar-benar hidup dalam keseharian peserta didik.
Menurut Prof. Sukiman, pendidikan agama Islam di era generasi Z harus bertransformasi dari pendekatan indoktrinatif menjadi pendidikan yang memanusiakan, menumbuhkan kesadaran spiritual, dan menuntun siswa menjadi agen perubahan sosial yang berakhlak dan berkeadaban. “Guru PAI perlu menjadi inspirator, bukan pengancam; menumbuhkan cinta beragama, bukan rasa takut terhadap agama,” tegasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, dan guru PAI dari berbagai daerah di Indonesia. Antusiasme peserta tampak dari interaksi aktif selama sesi tanya jawab yang menyoroti tantangan nyata di kelas dalam menghadapi generasi digital yang kritis dan adaptif.
Dengan terselenggaranya webinar ini, Prodi PAI S2 UMM berharap dapat memperkuat jejaring akademik dan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan agama Islam yang berkemajuan, moderat, dan relevan dengan kebutuhan zaman.