Prof. Ema Marhumah Raih Best Presenter pada International Conference on ‘Aisyiyah Studies 2026

Yogyakarta, 11 Juni 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dosen Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Prof. Dr. Ema Marhumah, M.Pd. berhasil meraih penghargaan Best Presenter dalam ajang International Conference on ‘Aisyiyah Studies (ICAS) 2026 yang diselenggarakan di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta pada 11 Juni 2026.

Konferensi internasional yang mengangkat tema “Strengthening Solidarity, Nurturing the Earth: Progressive Muslim Women’s Leadership for a Sustainable Civilization” tersebut mempertemukan para akademisi, peneliti, aktivis, dan pemerhati studi perempuan Muslim dari berbagai negara untuk mendiskusikan kontribusi perempuan Muslim dalam membangun peradaban yang berkelanjutan.

Pada forum bergengsi tersebut, Prof. Ema Marhumah mempresentasikan makalah berjudul “Genealogy of Aisyiyah’s Women Ulama: Knowledge Production, Religious Authority, and Progressive Muslim Women’s Leadership in Indonesia.” Melalui kajian tersebut, beliau mengulas secara mendalam bagaimana ‘Aisyiyah berkontribusi dalam pembentukan otoritas keulamaan perempuan di Indonesia melalui proses produksi, transmisi, dan legitimasi pengetahuan keagamaan yang berlangsung secara historis dan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Prof. Ema menunjukkan bahwa keberadaan ulama perempuan di lingkungan ‘Aisyiyah tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan dibangun melalui infrastruktur pendidikan, pengajian, dakwah, kaderisasi, media organisasi, pelayanan sosial, serta tradisi tarjih yang telah berkembang sejak awal berdirinya organisasi tersebut. Berbagai ruang tersebut menjadi wahana penting bagi perempuan Muslim untuk menjadi produsen, penyebar, sekaligus pemberi legitimasi terhadap pengetahuan keislaman di ruang publik.

Penelitian ini juga menegaskan bahwa otoritas keagamaan perempuan dalam tradisi ‘Aisyiyah tidak semata-mata bertumpu pada jabatan formal atau afiliasi kelembagaan, tetapi tumbuh melalui proses panjang pembelajaran, pengabdian, dan keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial-keagamaan masyarakat. Dengan demikian, klaim atas otoritas keagamaan perempuan masa kini memiliki akar historis yang kuat dalam tradisi intelektual dan gerakan perempuan Muslim Indonesia.

Penghargaan Best Presenter yang diraih Prof. Ema Marhumah diberikan berdasarkan kualitas substansi penelitian, ketajaman analisis, kontribusi ilmiah terhadap pengembangan studi ‘Aisyiyah dan ulama perempuan, serta kemampuan penyajian materi yang komunikatif dan inspiratif. Capaian ini menjadi bukti pengakuan internasional terhadap kualitas riset dan kontribusi akademik dosen UIN Sunan Kalijaga dalam pengembangan kajian Islam, gender, dan pendidikan.

Melalui partisipasi aktif dalam forum-forum ilmiah internasional, dosen-dosen Prodi S3 PAI FITK UIN Sunan Kalijaga terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta memperluas jejaring akademik global. Diharapkan capaian ini dapat menginspirasi dosen dan mahasiswa untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.

(Humas Prodi S3 PAI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)