Yuli Kuswandari Konstruksi Model Integrasi Nilai PAI dan Literasi Digital dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di Madrasah

Yogyakarta, 31 Agustus 2026– Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali melahirkan doktor baru.Yuli Kuswandari, S.Pd., M.Hum., NIM 20304011006, resmi meraih gelarDoktor Pendidikan Agama Islam ke-51setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor pada Senin, 31 Agustus 2026.

Disertasi Yuli Kuswandari berjudul“Konstruksi Model Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Literasi Digital dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sleman.”Ujian terbuka berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB di Aula Pertemuan Lantai 3 Gedung PPG FITK UIN Sunan Kalijaga, Sambilegi, Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.Sidang dipimpin olehProf. Dr. Sigit Purnama, M.Pd.selaku Ketua Sidang danProf. Dr. Sukiman, M.Pd.sebagai Sekretaris Sidang. Bertindak sebagai promotor adalahProf. Dr. Istiningsih, M.Pd.danProf. Dr. Zainal Arifin, M.S.I.Sementara itu, tim penguji terdiri atasDr. Arif Budiman, S.S., M.A., Prof. Dr. Sri Sumarni, M.Pd., Prof. Dr. Sangkot Sirait, M.Ag.,danFuad Arif Fudiyartanto, M.Hum., M.Ed., Ph.D.

Mengintegrasikan Literasi Digital dengan Nilai-Nilai PAI

Penelitian Yuli berangkat dari perkembangan transformasi pembelajaran pada era digital yang menjadikan literasi digital sebagai salah satu kompetensi penting bagi peserta didik. Dalam konteks madrasah, penguasaan teknologi tidak cukup hanya diarahkan pada kemampuan teknis, tetapi juga perlu dibarengi dengan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara kritis, etis, bertanggung jawab, dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

Penelitian ini melihat bahwa integrasi antara literasi digital dan nilai-nilai PAI menjadi semakin penting seiring dengan berkembangnya teknologi digital yang menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan. Namun, kajian yang secara khusus mengonstruksi model integrasi nilai-nilai PAI dan literasi digital dalam pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah masih relatif terbatas.Atas dasar tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi integrasi literasi digital dan nilai-nilai PAI, implikasinya terhadap perilaku peserta didik, tantangan dan implikasi etis pemanfaatan teknologi, sekaligus mengonstruksi model integrasi nilai-nilai PAI dan literasi digital dalam pembelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Aliyah.

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di MAN 1 Sleman. Informan penelitian terdiri atas guru Bahasa Inggris, peserta didik, kepala madrasah, serta wakil kepala madrasah bidang kurikulum. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi.Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Sementara itu, analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan secara berkelanjutan.

Menghasilkan Model Integrasi Nilai PAI dan Literasi Digital untuk Pembelajaran Bahasa Inggris di Madrasah

Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi literasi digital dan nilai-nilai PAI dilaksanakan secara sistematis melalui aspek perencanaan, pelaksanaan, dan budaya pembelajaran di madrasah. Integrasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran Bahasa Inggris, tetapi juga diarahkan pada pembentukan perilaku peserta didik.

Temuan penelitian menunjukkan adanya implikasi terhadapperilaku akademik, perilaku belajar, perilaku sosial, dan perilaku digitalpeserta didik. Pada saat yang sama, penggunaan teknologi digital juga menghadirkan sejumlah tantangan etis yang membutuhkan penguatan nilai dan pendampingan dalam proses pembelajaran.Berdasarkan sintesis temuan empiris dan dialog dengan berbagai perspektif teoretis, penelitian ini menghasilkanModel Integrasi Nilai-Nilai PAI dan Literasi Digital dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Aliyah.

Kebaruan penelitian terletak pada konstruksi model yang menempatkannilai-nilai PAI sebagai orientasi etikdalam mengintegrasikan literasi digital, pembentukan perilaku peserta didik, dan penguatan etika pemanfaatan teknologi dalam satu ekosistem pembelajaran Bahasa Inggris yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

PromotorProf. Dr. Zainal Arifin, M.S.I.menyampaikan bahwa kekuatan penelitian Yuli terletak pada upayanya mempertemukan dua kebutuhan penting pendidikan masa kini, yakni penguatan kompetensi digital dan pembentukan karakter berbasis nilai-nilai agama.

“Literasi digital di madrasah tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan menggunakan perangkat dan teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi digunakan secara kritis, produktif, etis, dan bertanggung jawab. Karena itu, nilai-nilai PAI perlu hadir sebagai orientasi yang memberikan arah bagi perilaku digital peserta didik,” jelasnya.

Salah satu penguji,Prof. Dr. Sri Sumarni, M.Pd., menilai penelitian tersebut memiliki relevansi penting bagi pengembangan pembelajaran di madrasah karena menawarkan perspektif integratif antara penguasaan kompetensi digital dan pembentukan karakter peserta didik.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris dapat menjadi ruang strategis untuk mengembangkan literasi digital sekaligus menanamkan nilai-nilai PAI. Integrasi tersebut menjadi penting agar peserta didik tidak hanya kompeten secara akademik dan digital, tetapi juga memiliki kesadaran etis dalam menggunakan teknologi,” ungkapnya.

Dengan keberhasilan mempertahankan disertasinya,Yuli Kuswandari, S.Pd., M.Hum.menjadiDoktor PAI ke-51yang dilahirkan Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.Pencapaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Doktor PAI dalam mengembangkan kajian Pendidikan Agama Islam yang responsif terhadap dinamika pendidikan kontemporer. Disertasi Yuli memberikan kontribusi pada pengembangan model pembelajaran yang mempertemukannilai-nilai keislaman, literasi digital, pembentukan perilaku, dan etika teknologidalam konteks pendidikan madrasah.

Ke depan, model tersebut diharapkan dapat menjadi referensi konseptual dan praktis bagi pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris maupun mata pelajaran lainnya di madrasah dalam menghadapi transformasi digital, sekaligus memperkuat tujuan pendidikan Islam dalam membentuk peserta didik yang kompeten, berkarakter, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.

Kata Kunci:Integrasi, Nilai-Nilai PAI, Literasi Digital, Pembelajaran Bahasa Inggris, Perilaku Peserta Didik, Madrasah Aliyah.