Dr. Diyah Mempresentasikan: “Pembelajaran PAI Berbasis Digital” dalam Promosi Doktor PAI ke-19

Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali melahirkan Doktor PAI yang ke-19. Gelar Doktor ini diraih oleh Diyah Mintasih dengan judul Disertasi: “Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi Digital (Studi Kasus Guru PAI SMA di Kabupaten Gunungkidul”. Ujian Promosi Doktor dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Desember 2024.

Ujian Promosi Doktor atau Ujian Terbuka ini dilaksanakan di Aula Pertemuan Lantai 3 Gedung PPG FITK UIN Sunan Kalijaga, Sambilegi, Maguwoharjo, Sleman, DIY. Dalam ujian ini, yang bertindak sebagai Ketua Sidang adalah Prof. Dr. Sri Sumarni, M.Pd. (Guru Besar FITK) dan sekretaris sidang oleh Dr. Zainal Arifin, M.S.I. (Sekprodi Doktor PAI). Kedua promotor adalah Prof. Dr. Sukiman, M.Pd. (Kaprodi Doktor PAI) dan Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd. (Dekan FITK). Para penguji adalah Dr. Sabarudin, M.Si, Dr. Suwadi, M.Ag, Dr. Zainal Arifin Ahmad, M.Ag (ketiganya adalah dosen FITK) dan Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D (Dosen dari Universitas Negeri Yogyakarta)

Disertasi yang berhasil dipertahankanini bertujuan untuk (1) menganalisis pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran PAI, (2) menganalisis kompetensi digital guru PAI dalam pembelajaran, (3) menganalisis dampak pemanfaatan teknologi digital terhadap pencapaian tujuan PAI, dan (4) merumuskan model integrasi teknologi digital dalam pembelajaran PAI. Pendekan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus kolektif yang melibatkan 30 guru PAI dari 19 SMAN/S di Kabupaten Gunungkidul. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan metode triangulasi untuk menjamin validitas data. Proses analisis data meliputi empat tahap: pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikkan dan verifikasi kesimpulan.

Hasil penelitian menemukanbahwa:Pertama, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran PAI telah diterapkan melalui,Learning Management System(LMS), media presentasi digital, aplikasi kuis dan evaluasi, platform komunikasi online, penilaian otomatis, gamifikasi,podcastdan video edukasi, aplikasi kolaborasi online, dan alat-alat smart classroom. Pemanfaatan teknologi ini telah disesuaikan dengan kurikulum PAI SMA yang berlaku, yakni K13 dan Kurikulum Merdeka.Kedua, Guru PAI SMA di Kabupaten Gunungkidul telah menguasai lima kompetensi pemanfaatan digital, yaituinformation, communication, education content creation, security, daneducation problem solving. Kompetensi digital guru PAI dipetakan dalam kemampuan dasar dan profesional, sebagian guru belum optimal pada tahap transformasi.Ketiga,Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menunjukkan perubahan yang relevan terhadap aspek aksesibilitas, pembelajaran interaktif, personalisasi pembelajaran, pengembangan keterampilan abad 21, dan efisiensi dalam pengelolaan serta evaluasi pendidikan. Pemanfaatan teknologi memberikan dampak positif dalam pembelajaran. Meski guru masih menemui beberapa siswa yang motivasi belajarnya menurun karena kemudahan teknologi, guru berhasil mengatasi tantangan tersebut dengan adaptasi teknologi sesuai kurikulum dan kondisi sekolah masing-masing.Keempat, model integrasi teknologi digitalyang direkomendasikan adalah kombinasi antaraTechnological Pedagogical and Content Knowledge(TPACK) danSubstitution Augmentation ModificationRedefinition(SAMR) dengan mengintegrasikan elemenProblem Based Learning(PBL).Berdasarkan observasi model integrasi yang digunakan dinilai berdaya guna dan sesuai kebutuhan pembelajaran PAI.Temuan penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan kerangka adaptasi teknologi bagi guru PAI SMA di Kabupaten Gunungkidul, dengan kemampuan guru PAI SMA untuk meningkatan kualitas pembelajaran melalui strategi interaktif, inklusi, dan responsive sehingga siswa lebih aktif, serta menyesuaikan diri dalam penggunaan teknologi digital pada proses pembelajaran,memahami nilai-nilai agama secara mendalam, dan siap menghadapi tantangan era digital.

Dalam sambutannya, Prof. Sukiman, selaku Promotor 1, memberikan refleksi mengenai perjalanan akademik yang telah dilalui oleh Dr. Diyah Mintarsih, M.Pd. hingga sampai pada tahap ujian terbuka ini. Disertasi ini merupakan hasil dari upaya keras, dedikasi, dan komitmen yang luar biasa dalam menjalani proses penelitian yang panjang, serta menggali potensi teknologi digital dalam pembelajaran PAI yang tentunya menjadi tema yang sangat relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan saat ini.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan dampak yang besar terhadap berbagai aspek kehidupan kita, termasuk dalam dunia pendidikan. Pembelajaran berbasis teknologi digital kini bukan lagi sebuah opsi, melainkan sebuah kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam proses pembelajaran. Tidak hanya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga di bidang pendidikan agama Islam, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat SMA. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki nilai yang sangat penting untuk memberikan gambaran tentang bagaimana teknologi digital dapat diterapkan secara efektif dalam pembelajaran PAI, khususnya di Kabupaten Gunungkidul, yang menjadi fokus penelitian ini.

Penelitian ini dengan sangat cermat memetakan bagaimana pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran PAI tidak hanya terbatas pada penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak semata, tetapi lebih kepada perubahan paradigma dalam mengelola pembelajaran. Dalam disertasi ini, Saudara Dr. Diyah Mintarsih mengidentifikasi berbagai jenis teknologi yang digunakan, mulai dari Learning Management System (LMS), aplikasi kuis, gamifikasi, video edukasi, podcast, hingga platform komunikasi online yang digunakan oleh guru-guru PAI di Kabupaten Gunungkidul. Setiap alat teknologi ini memiliki tujuan yang jelas, yakni untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, meningkatkan keterlibatan siswa, dan memperkaya pengalaman belajar siswa dalam memahami materi PAI dengan cara yang lebih menarik dan relevan.

Salah satu kontribusi utama dari penelitian ini adalah bagaimana teknologi digital tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam penyampaian materi, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan aksesibilitas pembelajaran bagi siswa, terutama di daerah yang mungkin sebelumnya kurang terjangkau oleh sumber daya pendidikan yang memadai. Dengan penggunaan teknologi digital, siswa dapat belajar dengan lebih fleksibel, baik dari rumah maupun di sekolah, dan mengakses berbagai materi ajar kapan saja dan di mana saja. Ini merupakan langkah besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan PAI di era digital ini.

Selain itu, penelitian ini juga menggali secara mendalam mengenai kompetensi digital guru PAI yang menjadi faktor penentu dalam keberhasilan penerapan teknologi dalam pembelajaran. Sebagai guru, kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara optimal dalam pembelajaran adalah sebuah keharusan. Dalam penelitian ini, Sdr Dr. Diyah Mintarsih telah memetakan lima kompetensi digital yang harus dimiliki oleh seorang guru, yaitu: information, communication, education content creation, security, dan education problem solving. Dengan kompetensi-kompetensi ini, guru PAI tidak hanya bisa mengelola pembelajaran dengan lebih baik, tetapi diharapkan juga mampu mengatasi berbagai tantangan yang muncul dalam penerapan teknologi digital di kelas.

Salah satu tantangan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah ketidakseimbangan dalam kemampuan digital yang dimiliki oleh para guru PAI di Kabupaten Gunungkidul. Walaupun sebagian besar guru sudah mulai menguasai teknologi digital, namun masih ada beberapa yang berada pada tahap awal dalam transformasi digital ini. Hal ini tentunya menjadi tantangan yang perlu disikapi dengan bijaksana oleh pihak sekolah, pemerintah, dan lembaga pendidikan dalam memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para guru. Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi bagaimana Sdr Dr. Diyah Mintarsih menyarankan adanya upaya peningkatan kompetensi digital guru yang lebih merata agar transformasi digital dalam pembelajaran PAI dapat berjalan lebih optimal.

Dalam penelitian ini, Sdr Dr. Diyah Mintarsih, M.Pd. juga mengusulkan sebuah model integrasi teknologi yang sangat menarik, yaitu kombinasi antara TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dan SAMR (Substitution, Augmentation, Modification, Redefinition), yang dipadukan dengan elemen Project-Based Learning (PBL). Model ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran dengan pendekatan yang holistik, yang tidak hanya memperhatikan aspek teknologi, tetapi juga aspek pedagogi dan isi materi yang diajarkan. Ini adalah model yang sangat relevan, terutama dalam konteks pendidikan PAI yang perlu mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan pembelajaran berbasis teknologi.

Hasil penelitian ini memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap pengembangan pendidikan agama Islam yang lebih inklusif, interaktif, dan responsif terhadap kebutuhan siswa di era digital. Penelitian ini membuka peluang besar bagi pengembangan pembelajaran PAI yang lebih menarik, dan memungkinkan guru-guru PAI untuk lebih kreatif dalam merancang dan menyampaikan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa masa kini. Dengan memanfaatkan teknologi, guru-guru PAI tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membantu siswa mengembangkan keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah, yang sangat penting di dunia yang semakin terhubung secara digital ini.[ZA]