Pengabdian Kepada Masyarakat: Peningkatan Kompetensi Guru PAI di Era Digital

Gunung Kidul:Rabu, 8 Mei 2024.

Era revolusi industri 4.0 menuntut segala aktivitas dalam seluruh aspek kehidupan untuk menggunakan teknologi. Dalam bidang Pendidikan, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi tidak dapat dielakkan. Ini menjadi modal bagi para pendidik tapi sekaligus ancaman bagi mereka. Sebagai modal, teknologi informasi dan komunikasi memperkaya wawasan pendidik untuk memperoleh informasi dan pengetahuan sebanyak mungkin dari media online; dan sebagai ancaman, teknologi informasi dan komunikasi ini juga memberi kesempatan yang sama kepada peserta didik, sehingga jika pendidik tidak memanfaatkannya dengan baik maka akan sangat mungkin peserta didik memiliki informasi dan pengetahuan yang lebih banyak dibanding gurunya.

Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Sibawaihi, Ph.D., dosen Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai Narasumber kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Peningkatan Kompetensi Guru PAI di Era Digital” Kerjasama antara Prodi S3 PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta Wonosari, Gunungkidul, pada 8 Mei 2024 di Wonosari. Kegiatan ini dilaksankan pada Rabu, 8 Mei 2024. Dalam acara yang dihadiri oleh sekitar tiga puluh guru PAI di SMA se-Kabupaten Gunungkidul ini menghadirkan tiga narasumber. Selain Sibawaihi Ph.D., dua narasumber lainnya adalah Tukiman, M.T. (Kepala Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Gunungkidul, Propinsi DI Yogyakarta) dan Fakih Shomadi, M.Pd.I. (Kepala Seksi PAI Kementerian Agama, Kabupaten Gunungkidul, DIY).

Acara dibuka dan diberi sambutan oleh Ketua STAI Yogyakarta Diyah Mintasih, M.Pd.I. yang sekaligus sebagai mahasiswa Program Studi S3 PAI FITK UIN Sunan Kalijaga. Dalam sambutannya, Diyah Mintasih, M.Pd. menekankan bahwa Pendidikan Islam saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan akibat perkembangan teknologi informasi dan teknologi. Tantangan yang menjadi bagian dari globalisasi ini hendaknya menjadi cambuk bagi pendidik untuk mendalami dan menguasai teknologi informasi dan komunikasi. Para pendidik harus memiliki literasi digital yang memadai dan unggul. Oleh karena itu, acara ini didesain untuk merespon dua hal: (1). Bagaimana guru dapat menguasai kompetensinya sebagai pendidik melalui literasi digital; dan (2). Bagaimana guru dapat mengoptimalkan kemampuannya dalam pembuatan karya ilmiah dan penyusunan bahan ajar melalui literasi digital.