Dosen Program Studi Doktor (S3) PAI Menjadi Narasumber dalam Seminar Nasional
Pemaparan Materi Oleh Nara Sumber Seminar Nasional
Pada Rabu, 8 Mei 2024, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Buana Perjuangan Karawang menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema "Peran dan Tantangan Pendidikan Agama pada Era Globalisasi Menuju Indonesia Emas.” Dalam sambutannya, Dekan FKIP Universitas Buana Perjuangan menekankan pentingnya tema tersebut sebagai bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan era globalisasi yang kian kompleks.
Selain seminar nasional, dilakukan juga penandatanganan MoA antara Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Buana Perjuangan dengan Prodi S3 PAI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kerjasama ini melibatkan berbagai aspek, termasuk bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian serta publikasi, serta pengabdian kepada masyarakat. Melalui MoA ini, kedua institusi berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan agama di Indonesia.
Seminar nasional ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa FKIP Universitas Buana Perjuangan. Profesor Dr. Sukiman, M.Pd., selaku narasumber, memberikan paparan yang mendalam tentang tiga topik utama. Pertama, adalah tema tentang hakekat, karakteristik, dan dampak globalisasi dalam konteks pendidikan agama. Kedua, adalah materi tentang visi Indonesia Emas 2045. Dan ketiga, adalah pembahasan mengenai peran dan tantangan dalam pengembangan pendidikan agama serta upaya-upaya pengembangannya.
Pada topik pertama, Prof. Sukiman membahas hakikat era globalisasi, karakteristik, dan dampaknya bagi pendidikan dan pendidikan agama. Beliau menjelaskan bahwa globalisasi membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sistem pendidikan. Tantangan terbesar adalah bagaimana pendidikan dapat menyiapkan generasi muda untuk berkompetisi di kancah global tanpa mengesampingkan nilai-nilai lokal dan agama.
Topik kedua yang disampaikan adalah tentang konsep Indonesia Emas, yang merujuk pada visi Indonesia tahun 2045. Prof. Sukiman mengajak audiens untuk memahami apa yang dimaksud dengan Indonesia Emas dan bagaimana mempersiapkan diri menyongsong masa depan tersebut. Menurutnya, Indonesia Emas adalah visi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan sumber daya manusia yang unggul. Beliau menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dan inovatif sebagai kunci utama mencapai visi ini.
Pada topik terakhir, Prof. Sukiman memaparkan konsep dasar Pendidikan Agama Islam (PAI), problematika, tantangan, serta pengembangannya di era globalisasi. Beliau menyoroti bahwa PAI harus adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan esensi. Tantangan utama termasuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran dan mengatasi isu-isu radikalisme serta intoleransi.
Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan dialog interaktif. Peserta seminar aktif mengajukan pertanyaan dan memberikan tanggapan, menciptakan diskusi yang produktif dan mendalam.
Seminar ini tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih baik tentang era globalisasi dan persiapan menuju Indonesia Emas, tetapi juga menekankan pentingnya pengembangan Pendidikan Agama Islam yang relevan dengan tantangan zaman. Prof. Sukiman berhasil menyampaikan materi dengan baik dan memicu diskusi konstruktif di antara peserta.
Acara seminar berakhir pada pukul 12.30 WIB dengan doa dan penutup. Seluruh peserta mengungkapkan apresiasi mereka atas wawasan yang diberikan oleh Prof. Sukiman dan berharap dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam praktik pendidikan sehari-hari.