Kuliah Dosen Tamu: Penelitian Bidang Pendidikan Agama Islam Pendekatan Multi, Inter dan Transdisipliner

Pemaparan Materi Oleh Nara Sumber
Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) FITK UIN Sunan Kalijaga pada hari Selasa, 30 Mei 2023 menyelenggarakan webinar “Kuliah Dosen Tamu: Penelitian Bidang Pendidikan Agama Islam Pendekatan Multi, Inter dan Transdisipliner”. Acara yang dihadiri oleh mahasiswa S3 PAI FITK UIN Sunan Kalijaga ini menghadirkan narasumber utama yang merupakan Guru Besar dari UIN Raden Mas Said Surakarta, yaitu Prof. Dr. Toto Suharto, M.Ag. Webinar diawali dengan sambutan oleh Bapak Sibawaihi, Ph.D. selaku Sekretaris Prodi S3 PAI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam sambutannya dan sekaligus membuka acara webinar, beliau menyoroti urgensi penelitian dalam dunia pendidikan. Beliau menceritakan pengalamannya dahulu ketika mengenyam pendidikan di Australia. Di tempatnya kuliah dulu, penelitian menjadi sangat penting dan sebagai fokus utama dalam perkuliahan, sementara materi-materi lainnya cenderung berperan sebagai pelengkap atau pendukung pembelajaran. Dengan menjadikan penelitian sebagai fokus utama, pembelajaran dapat mendorong penemuan-penemuan baru, pemikiran kritis, dan pemahaman yang lebih dalam tentang pendidikan agama Islam. Penelitian memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk mengembangkan kurikulum yang relevan, metode pengajaran yang efektif, serta pengembangan diri bagi pendidik agama Islam.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber utama yaitu Prof. Dr. Toto Suharto, M.Ag. Beliau menjelaskan bahwa pendekatan Multidisipliner merupakan strategi riset yang melibatkan minimal 2 disiplin akademik (dalam rumpun ilmu yang sama) untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu secara bersama-sama. Kemudian pendekatan Interdisipliner merupakan strategi riset yang melibatkan transfer suatu disiplin akademik ke dalam disiplin akademik lainnya untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu sehingga mampu memunculkan metode baru atau disiplin akademik baru (bercampur antar disiplin dalam rumpun berbeda, namun tidak terjadi peleburan). Sementara pendekatan Transdisipliner merupakan strategi riset yang melibatkan pemangku kepentingan lain di luar akademisi seperti praktisi profesional, pemerintah, politisi, pengusaha dan lainnya agar hasil penelitian dapat memiliki probabilitas yang lebih tinggi untuk diaplikasikan oleh masyarakat.
Lebih lanjut, Prof. Dr. Toto Suharto, M.Ag., dalam paparannya juga dengan tegas menyampaikan pentingnya bagi mahasiswa program Doktor di bidang pendidikan agama Islam untuk menguasai berbagai pendekatan, seperti pendekatan multidisipliner, interdisipliner, dan transdisipliner. Beliau menekankan bahwa kemampuan ini sangat penting dimiliki mahasiswa, agar mampu memecahkan masalah yang kompleks terutama dalam bidang studi mereka dan juga membawa pembaruan yang mendalam bagi pengembangan ilmu dan pemahaman pendidikan Islam (Dzaki Aflah Zamani).