RAMADAN: SYAHRU TARBIYAH

Ade Chairil Anwar,M.Pd., mahasiswa Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyampaikan materi kajian menjelang salat tarawih pada hari Sabtu, 3 Ramadan 1444 H di Masjid Al-Amanah Komplek Perumnas 1 Kota Bekasi dengan Ramadhan: Syahrut Tarbiyah

Ade menjelaskan bahwa Ramadan 1444 H ini kita dihadapkan pada tantangan dan peluang. Tantangan tersebut tak lain adalah krisis multidimensi berupa: 1) recovery pasca krisis kesehatan, 2) krisis politik, residu pilpres 2019 yang menyebabkan pembelahan di masyarakat dan setahun menjelang pilpres dan pileg 2024, 3) krisis ekonomi global tahun 2022 yang berimplikasi pada pertumbuhan perekonomian nasional, 4) krisis edukasi dimana Indonesia menduduki peringkat ke-62 dari 70 negara, dan 5) krisis moral, seperti rektor yang terlibat suap, polisi terlibat narkoba, dan tawuran remaja pada beberapa wilayah di tanah air.

Selanjutnya, kita saat ini dihadapkan pada 2 peluang, yaitu: 1) bonus demografi 2050, dan 2) menguatnya peran agama dalam membentuk etika global yang dibutuhkan umat di masa depan. Bonus demografi itu bisa maslahah apabila didukung oleh pendidikan, lapangan pekerjaan, kesehatan, dan pertumbuhan penduduk. Secara kumulatif, negara Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar, yakni 12,7% dari total penduduk muslim dunia.

Oleh karena itu, mari kita jadikan bulan ramadan ini sebagai bulan pendidikan (الشهر التربية), mulai dari pendidikan ruhani/spiritual ( التربية الروحية), pendidikan intelektual ( التربية العقلية), dan pendidikan fisik/jasmani (التربية الجسدية).

Pertama, pendidikan ruhani bisa dilakukan dengan menjaga salat 5 waktu, pembiasaan salat sunnah, tilawah Alquran, berzikir di waktu-waktu mustajab, dll. Kedua, pendidikan intelektual dilakukan dengan mengikuti berbagai aktivitas produktif yang menunjang pada pegembangan diri seperti rutin membaca buku, berdiskusi, dan menulis. Ketiga, pendidikan fisik dilakukan dengan memilih jenis makanan dan minuman yang halal dan toyyib untuk dikonsumsi saat sahur dan berbuka, mengatur pola istirahat, dan menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan agar bisa berpuasa dengan sehat, nyaman, dan berkualitas. Bagi orangtua, ramadan adalah momentum tepat memberikan keteladanan kepada anak.