Kuliah Dosen Tamu Prodi S3 PAI menghadirkan narasumber dari Umm al-Qura University, Saudi Arabia

Pada hari Rabu, 15 Juni 2022, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu dengan menghadirkan narasumber dari luar negeri. Kuliah Dosen Tamu ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun sejak program studi ini berdiri. Narasumber yang dihadirkan adalah Dr. Naif Daifullah Alsulami dari Umm al-Qura University, Mekkah, Saudi Arabia. Acara yang dikemas secara online melalui Zoom.

Acara yang dimoderatori oleh Syarif Hidayatullah, seorang dosen FITK UIN Sunan Kalijaga yang merupakan mahasiswa Program Doktor PAI tersebut diikuti tidak hanya oleh para mahasiswa doktor PAI, FITK, UIN Sunan Kalijaga, tetapi juga oleh para mahasiswa yang berasal terutama dari perguruan tinggi yang tergabung dalam ikatan kerjasama program doktor PAI seluruh Indonesia.

Kuliah dosen tamu ini dimaksudkan sebagai usaha untuk memberikan wawasan kepada para mahasiswa dan dosen dari berbagai perspektif yang sesuai dengan keilmuan yang dikembangkan pada program studi. Pada Program Doktor PAI FITK UIN Sunan Kalijaga, kuliah dosen tamu ini mendatangkan narasumber yang dianggap signifikan dalam upaya untuk memutakhirkan dan memperkaya wawasan dan pespektif keilmuan para mahasiswa dan dosen pada program studi. Karenanya, tema kuliah dosen tamu ini dapat didasarkan pada satu atau beberapa matakuliah yang diajarkan pada program studi.

Tema yang diangkat dalam Kuliah Dosen Tamu kali ini adalah “Postgraduate Programs in Teaching Islamic Education: Experience from Umm al-Qura University, Saudi Arabia.” Ini mengingat narasumber adalah Ketua Program Studi Pendidikan Islam dan Komparatif pada Umm al-Qura University. Dalam presentasinya, Dr Naif Daifullah Alsulami menyampaikan bahwa merupakan tantangan tersendiri untuk mengatur sebuah program studi yang berada pada level pasca-sarjana. Di Umm al-Qura, khususnya pada Program Studi Pendidikan Islam dan Komparatif, perhatian tidak hanya ditujukan pada upaya untuk memberikan program-program terbaik kepada para calon magister dan doktor, tetapi juga pada upaya untuk mengembangkan pendidikan komparatif dan kebijakan pendidikan.

Dua aspek yang terakhir ini memberi tantangan-tantangan tersendiri mengingat Saudi Arabia merupakan negara yang menerapkan aturan-aturan keislaman yang ketat. Merancang kebijakan pendidikan menuntut penyesuaian pada hukum yang berlaku, seperti hubungan antara laki-laki dan perempuan dan tingkat kebebasan yang diberikan kepada kaum perempuan. Karenanya, matakuliah yang ditawarkan mencakup segala hal yang memungkinkan terciptanya pemahaman yang komprehensif mengenai pendidikan Islam. Perspektif keilmuan dibangun tidak hanya dari perpektif keislaman tradisional tetapi juga dari perspektif-perspektif global.

Dalam sambutannya, Sibawaihi, yang mewakili Program Studi Doktor PAI, menekankan bahwa Kuliah Dosen Tamu ini dapat menjadi wahana bagi Program Doktor PAI FITK UIN Sunan Kalijaga untuk memperkaya perspektif global mengenai isu-isu dalam pendidikan agama Islam serta memberikan penyegaran proses pembelajaran melalui motivasi dalam kultur akademik. Sekretaris Program Studi juga menyampaikan harapannya bahwa kegiatan bersama narasumber ini dapat ditindaklanjuti dengan berbagai program kolaborasi di antara dua program studi atau bahkan dua universitas. Narasumber pun merespon dengan mempersilakan untuk merancang program-program yang bisa menguntungkan kedua belah pihak (admin Prodi).