Progressive Islamic Education: Bridging the Gap of Islam, Indonesianness, and Modernity

Artikel ini terbit di JurnalThe Qualitative Report (Q 1) yang merupakan hasil kolaborasi dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Dosen Prgoram Doktor PAI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Para tersebut adalah Dr. Suyatno, M.Pd.I, Dr. Wantini, M.Pd.I., (Universitas Ahmad Dahlan), Dr. Sukiman, S.Ag., M.Pd., (Program Doktor PAI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), danYulia Rachmawati (Universitas Ahmad Dahlan). Isi singkat artikel tersebut sebagai berikut. Pendidikan Islam progresif adalah model yang dikembangkan oleh Muhammadiyah, organisasi Islam modern terbesar di Indonesia. Model ini menggabungkan ilmu-ilmu sekuler dari sistem pendidikan modern dengan yang religius dari ajaran Islam untuk mengurangi kesenjangan antara nilai-nilai Islam, Indonesia, dan modernitas, sering menjadi sumber ketegangan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki nilai-nilai pendidikan Islam progresif dan mempertimbangkan bagaimana menjembatani kesenjangan antara Islam, Indonesia, dan modernitas. Pendekatan fenomenologis interpretatif digunakan untuk melakukan wawancara semi-terstruktur dengan sepuluh guru sekolah dasar dan menengah Muhammadiyah. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta percaya pendidikan Islam progresif terdiri dari nilai-nilai dinamis, nilai-nilai monoteisme, rahmat untuk nilai-nilai alam semesta, nilai-nilai keseimbangan, nilai-nilai nasionalisme, dan nilai-nilai keadilan. Keenam nilai ini menyiratkan bahwa model ini dapat dibingkai secara harmonis antara Islam, Indonesia, dan modernitas dan dengan demikian menjembatani kesenjangan antara ketiga aspek ini. Oleh karena itu, penelitian ini berkontribusi pada potensi baru dalam mengembangkan model pendidikan yang menciptakan generasi modern Muslim Indonesia (Baca lebih lanjut:https://doi.org/10.46743/2160-3715/2022.4782)