SYARIF HIDAYATULLAH, MAHASISWA PRODI S3 PAI FTIK UIN SUNAN KALIJAGA PRESENTASIKAN MAKALAH PADA ICONIK 2021 UIN JAKARTA

Mahasiswa Prodi S3 PAI Menjadi Nara Sumber Dalam Konferensi Internasional di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Syarif Hidayatullah, yang merupakan mahasiswa Prodi S3 PAI FTIK UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, terpilih sebagai salah satu pemakalah pada forum ilmiah International Conference on Integration of Knowledge (ICONIK) 2021 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2-3 November 2021 secara daring. Pada konferensi internasional yang bertema “Integration of Knowledge in Indonesian Islamic Higher Education Today”, Syarif Hidayatullah mempresentasikan makalah yang berjudul “Dimensi Kosmologis Dalam Konsep Pengetahuan Suci Syed Hussein Nasr”.
Dalam makalahnya, Hidayatullah menjelaskan bahwa konsep pengetahuan suci atauscientia sacra Syed Hussein Nasr sangat dipengaruhi oleh madzhab filsafat perennial; sebuah madzhab filsafat yang menggarisbawahi konsep unitas; yaitu paham kesatupaduan dan interelasi dari segala yang ada. Dengan merenungkan kesatupaduan kosmos, sebagaimana yang ada dalam paham unitas, seseorang dapat menuju ke arah kesatupaduan Ilahi yang dibayangkan dalam kesatuan Alam. Selain itu, diungkap Hidayatullah, pemikiran dan pandangan kosmologis Nasr dalam mengeksplorasi konsep pengetahuan suci berpijak dari keprihatinannya terhadap dampak negatif dari modernitas. Dalam cermatan Hidayatullah, Nasr menawarkan cara pandang dan pendekatan sufisme untuk mengatasi krisis modernitas tersebut, karena memiliki, setidaknya, dua doktrin terpenting, yakni: konsep manusia sempurna (insan kamil) dan etika lingkungan, yang tujuannya adalah agar manusia terdorong memikirkan alam sebagai cerminan Tuhan atau yang dikenal dengan konsep teofani Tuhan.
Kegiatan konferensi internasional yang berlangsung selama dua hari ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Amany Lubis, MA, selaku rektor UIN Syarif Hidayatullah, dan disampaikan welcome spheech oleh Dr. Yusuf Rahman, MA (Dekan Fakultas Ushuluddin). Forum ilmiah ini juga dihadiri secara daring oleh beberapa narasumber, seperti Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara (Keynote Speaker), Prof. Datuk Dr. Osman Bakar (Emeritus Professor of Philosophy at the University of Malaya), Dr. Haidar Bagir (Board Member of Global Compassionate Council), Dr. Husain Heriyanto (Paramadina University, Indonesia), Dr. Muhammad Nurrudin (Al Azhar Graduate, Mesir), dan Dr. Nurul Ain Norman (Acting Head of the Education, Culture, and Art, International Institute of Advanced Islamic Studies (IAIS) Malaysia).
Dr. H. Sukiman, M.Pd., Ketua Program Doktor PAI FTIK UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, sangat mengapresiasi atas partisiapsi Syarif Hidayatullah, mahasiswa S3 PAI, yang telah menjadi pemakalah dalam konferensi internasional tersebut. Sebab, pihaknya memang sangat mendorong para mahasiswa program S3 PAI untuk berpartisipasi aktif, baik sebagi peserta maupun sebagai pemakah, dalam berbagai forum ilmiah, khususnya konferensi internasional. Sebab, menurutnya, selain utnuk menambah wawasan dan kompetensi keilmuan serta jejaring intelektual, maka partisipasi mahasiswa S3 PAI dalam forum ilmiah konferensi internasional akan diapresiasi dengan mendapatkan nilai A dalam matakuliah publikasi dan jurnal ilmiah, sekaligus telah memperoleh salah satu syarat ujian proposal disertasi.
Hal yang sama dipertegas oleh Sibawaihi, Ph.D., Sekretaris Program Doktor PAI FTIK UIN Sunan Kalijaga, bahwa secara teknis penilaian dalam matakuliah Seminar dan Publikasi Jurnal Ilmiah didasarkan pada: pertama, adanya bukti sertifikat sebagai pemakalah atau narasumber dalam seminar/konferensi nasional/internasional, dan, kedua, adanya artikel yang terbit pada jurnal ilmiah. Nilai dari masing-masing aspek tersebut ditambahkan dan, selanjutnya, dibagi dua untuk memproleh nilai akhir dari matakuliah tersebut. Sibawaihi juga menjelaskan, nilai tertinggi dapat diperoleh apabila seorang mahasiswa dapat menunjukkan sertifikat sebagai narasumber dalam seminar/konferensi internasional dan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi dalam hal ini terindeks Scopus.