Mahasiswi S3 PAI FITK Melakukan Penelitian Moderasi Beragama

Moderasi beragama merupakan isu yang cukup hangat diperbincangkan di kalangan lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Moderasi beragama dijadikan sebuah program yang oleh Kemenag familiar disebut dengan NISWA (Nilai Islam Wasathiyyah). Kemenag meyakini bahwa dengan program ini, semua lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag bisa mencetak dan mempersiapkan generasi-generasi yang lebih siap hidup di era disrupsi seperti saat ini, dimana perubahan dan perbedaan dalam berbagai hal berubah dengan sangat cepat.

Hal inilah yang membuat Ziadatul Husnah, mahasiswi S3 PAI FITK yang juga menjadi Direktur Rumah Kearifan (House of Wisdom) melakukan penelitian tentang isu moderasi beragama di MTsN 7 Kediri. Lembaga ini menarik perhatian karena komitmen kepala madrasah dalam menghidupkan nilai-nilai Islam wasathiyyah. Terdapat 12 Nilai Islam Wasathiyyah yang diusung oleh Kemenag yaitu Tawazun (seimbang), Tawasuth (tengah), Ibtikar (kreatif, inovatif), Tathawwur (dinamis), Tasamuh (toleran), Aulawiyah (mendahulukan yang utama), Musawa (egaliter), Muwathanah (nasionalisme), Syura (musyawarah), Qudwatiyyah (kepeloporan), I’tidal (tegas, menempatkan sesuatu pada tempatnya), Tahadzur (berkeadaban, public civility), dan Ishlah (konstruktif).

Muhammad Zainuddin, M.Pd.I. selaku Kepala Madrasah mengaku selama ini upaya yang dilakukan untuk menghidupkan nilai wasathiyyah melalui dua program yaitu Program Wasathiyyah dan Program Literasi. Melalui kedua program tersebut semua guru dan siswa didorong mengekspresikan pemikiran melalui tulisan yang dibukukan. Terbukti para siswa sudah menghasilkan cukup banyak buku terkait dengan nilai-nilai wasathiyyah, baik buku fiksi maupun buku non fiksi.

Kegiatan penelitian ini dilakukan berbarengan dengan kegiatan workshop dengan tema “Penguatan Moderasi Beragama melalui NISWA bagi Guru dan Karyawan” yang diisi oleh Dr. Muqowim, M.Ag. yang merupakan narasumber sekaligus trainer Moderasi Beragama yang ditunjuk oleh Direktorat GTK Kementerian Agama. “Workshop ini dilakukan dengan harapan untuk merefresh dan memperkuat semangat para guru dan karyawan dalam menghidupkan nilai wasathiyyah di lingkungan madrasah, karena mereka mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menanamkan dan mencetak generasi bangsa yang lebih moderat lagi”, demikian penjelasan pak Zainuddin setelah acara workshop selesai.