Model RELASI, Inovasi Sigit Tri Utomo Tingkatkan Produktivitas Karya Ilmiah Guru PAI

Yogyakarta, 22 Juli 2026— Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menorehkan capaian akademik membanggakan dengan lahirnya doktor baru. Sigit Tri Utomo, M.Pd.I., dengan NIM 19304016013, resmi meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam ke-44 setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka. Disertasi yang diangkat berjudul“Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru PAI dalam Produktivitas Penulisan Karya Ilmiah di Madrasah Kabupaten Temanggung.”

Ujian Terbuka Promosi Doktor dilaksanakan padaRabu, 22 Juli 2026, pukul 09.00–11.00 WIB, bertempat diAula Pertemuan Lantai 3 Gedung PPG FITK UIN Sunan Kalijaga, Sambilegi, Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sidang dipimpin olehProf. Dr. Sukiman, S.Ag., M.Pd.selaku Ketua Sidang danDr. Adhi Setiyawan, M.Pd.sebagai Sekretaris Sidang. Bertindak sebagai promotor adalahProf. Dr. Marhumah, M.Pd.danDr. Karwadi, M.Ag.Adapun tim penguji terdiri atasDr. M. Misbah, M.Ag.dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri sebagai penguji eksternal,Prof. Dr. Sri Sumarni, M.Pd., Dr. Rohmatun Lukluk Isnaini, M.Pd.I.,danDr. Ahmad Arifi, M.Ag. sebagai penguji internal

Disertasi Sigit Tri Utomo berangkat dari pentingnya pengembangan profesionalisme guru melaluiPengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Profesionalisasi guru tidak cukup hanya diwujudkan melalui sertifikasi dan Pendidikan Profesi Guru (PPG), tetapi juga membutuhkan proses pengembangan kompetensi yang berlangsung secara berkelanjutan. Salah satu aspek penting dalam PKB adalah kemampuan guru menghasilkan karya ilmiah. Produktivitas penulisan karya ilmiah menjadi bagian strategis dalam membangun budaya akademik, meningkatkan kemampuan reflektif guru, serta mendorong pengembangan praktik pembelajaran berbasis penelitian.

Namun demikian, penelitian ini menemukan masih adanya kesenjangan antara tujuan ideal profesionalisasi guru dengan praktik pengembangan keprofesian, khususnya dalam produktivitas penulisan karya ilmiah guru PAI di madrasah. Atas dasar persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman guru PAI mengenai PKB, produktivitas guru dalam menghasilkan karya ilmiah, alternatif solusi peningkatan produktivitas, serta merumuskan model PKB yang relevan untuk meningkatkan produktivitas penulisan karya ilmiah guru PAI di madrasah Kabupaten Temanggung.

Penelitian menggunakan pendekatankualitatif dengan desain studi multikasusyang dilaksanakan di tiga madrasah, yaituMAN 1 Temanggung, MTsN 1 Temanggung, dan MIN 1 Temanggung. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi wakil kepala madrasah bidang kurikulum dan guru-guru PAI. Keabsahan data dilakukan melaluitriangulasi sumber dan triangulasi metode, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Pendekatan multikasus memungkinkan penelitian melihat variasi pemahaman dan praktik PKB guru PAI pada jenjang pendidikan yang berbeda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap PKB memiliki karakteristik yang berbeda pada masing-masing madrasah. Guru PAI diMAN 1 Temanggungcenderung memaknai PKB sebagai proses akademik, reflektif, dan transformatif. Sementara itu, guru diMTsN 1 Temanggunglebih berorientasi pada aspek administratif dan pedagogik. Adapun guru diMIN 1 Temanggunglebih menekankan PKB sebagai sarana penguatan praktik pembelajaran. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa implementasi PKB tidak berlangsung secara seragam, tetapi dipengaruhi oleh karakteristik lembaga, budaya akademik, pengalaman guru, dan dukungan lingkungan kelembagaan.

Penelitian juga menemukan bahwa produktivitas karya ilmiah guru dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputimotivasi akademik, kompetensi metodologi penelitian, budaya literasi, refleksi pedagogik, dan kesadaran epistemologis. Sementara faktor eksternal meliputibeban administrasi, keterbatasan waktu, pendampingan akademik, akses terhadap sumber ilmiah, budaya organisasi, dan dukungan kelembagaan.

Salah satu kontribusi utama penelitian ini adalah lahirnyaModel RELASI, akronim dariReligiusitas, Ekosistem Literasi Akademis, dan Spiritualitas Ilmiah. Model RELASI dikembangkan sebagai model Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan guru PAI yang mengintegrasikan dimensi religiusitas akademik, ekosistem literasi akademik, dan spiritualitas ilmiah dalam membangun budaya akademik guru.

Model ini menawarkan perluasan paradigma PKB yang selama ini cenderung berorientasi administratif menuju pendekatanakademik-transformatif berbasis nilai-nilai Islam. Dalam perspektif tersebut, aktivitas penelitian dan penulisan karya ilmiah tidak hanya dipandang sebagai kewajiban profesional, tetapi juga sebagai bagian dari proses pengembangan keilmuan, refleksi pedagogik, dan pengabdian guru terhadap peningkatan mutu pendidikan.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan keprofesian berkelanjutan guru PAI perlu diarahkan bukan sekadar untuk memenuhi tuntutan administratif, tetapi menjadi bagian dari budaya akademik guru. Guru perlu didorong untuk memiliki tradisi membaca, meneliti, menulis, dan melakukan refleksi terhadap praktik pembelajarannya secara berkelanjutan.” Ungkap Prof. Dr. Marhumah, M.Pd.

“Model RELASI menjadi salah satu kontribusi penting dari penelitian ini karena mencoba menghubungkan profesionalisme guru dengan dimensi religiusitas dan spiritualitas ilmiah. Model tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai pendekatan dalam membangun budaya akademik guru PAI di madrasah.” Komentar Dr. M. Misbah, M.Ag

Penelitian Sigit Tri Utomo memberikan kontribusi pada tiga ranah.Secara teoretis, penelitian memperluas konsep PKB guru PAI dengan memasukkan dimensi religiusitas akademik, ekosistem literasi, dan spiritualitas ilmiah.Secara praktis, Model RELASI dapat menjadi alternatif kerangka pengembangan budaya akademik dan produktivitas karya ilmiah guru PAI di madrasah. Sementara itu,secara kebijakan, hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan dalam merancang program pengembangan profesional guru yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi, tetapi juga pada pembentukan budaya akademik dan peningkatan kualitas profesionalisme guru.

Kata kunci:Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, Guru Pendidikan Agama Islam, Produktivitas Karya Ilmiah, Model RELASI, Madrasah.