Ary Asy’ari Raih Doktor PAI ke-48, Ungkap Kaitan Gelombang Otak, Stres, dan Performa Hafalan Al-Qur’an
Ary Asy’ari Raih Doktor PAI ke-48, Ungkap Kaitan Gelombang Otak, Stres, dan Performa Hafalan Al-Qur’an
Yogyakarta, 20 Agustus 2026– Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali melahirkan doktor baru.Ary Asy’ari, M.Pd., NIM 23304011005, berhasil meraih gelarDoktor Pendidikan Agama Islam ke-48setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul“Neurosains Kognitif dalam Taḥfīẓ Al-Qur’an: Hubungan Gelombang Otak, Stres, Kesehatan Mental dan Performa Hafalan serta Implikasinya bagi Pembelajaran.”
Ujian Terbuka Promosi Doktor dilaksanakan padaKamis, 20 Agustus 2026, pukul 13.00–15.00 WIB, bertempat di Aula Pertemuan Lantai 3 Gedung PPG FITK UIN Sunan Kalijaga, Sambilegi, Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sidang dipimpin olehProf. Dr. Sukiman, M.Pd.selaku Ketua Sidang danProf. Dr. Zainal Arifin, M.S.I.selaku Sekretaris Sidang. Ary Asy’ari dibimbing olehProf. Dr. Eva Latipah, S.Ag., S.Psi., M.Si.sebagai promotor utama danProf. Dr. Suyadi, M.Pd.I.sebagai promotor eksternal dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Adapun tim penguji terdiri atasProf. Dr. H. Sapiudin Shiddiq, M.Agselaku penguji eksternal dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,Dr. R. Umi Baroroh, M.Ag., Dr. Agung Setiyawan, M.Pd.I.,danDr. Raden Rachmy Diana, S.Psi., M.A.Psi.(Dosen Fishum UIN Sunan Kalijaga)
Mengintegrasikan Neurosains, Psikologi, dan Pembelajaran Taḥfīẓ
Disertasi Ary Asy’ari berangkat dari pemikiran bahwa pembelajaran taḥfīẓ Al-Qur’an tidak hanya dipengaruhi oleh aspek pedagogis, tetapi juga berkaitan erat dengan mekanisme neurofisiologis dan kondisi psikologis yang dapat memengaruhi performa hafalan. Berbagai penelitian sebelumnya telah mengkaji taḥfīẓ Al-Qur’an dari perspektif pendidikan dan psikologi. Namun, masih terdapatresearch gapberupa keterbatasan kajian empiris yang mengintegrasikan aktivitas gelombang otak, tingkat stres, kesehatan mental, dan performa hafalan dalam satu kerangka analisis yang terpadu.
Penelitian ini hadir untuk mengisi kesenjangan tersebut melalui pendekatan yang holistik dengan memadukan data neurokognitif, psikologis, dan pengalaman subjektif para penghafal Al-Qur’an. Dengan demikian, penelitian tidak hanya melihathasil hafalan, tetapi juga berusaha memahami mekanisme kognitif dan psikologis yang berkontribusi terhadap keberhasilan proses taḥfīẓ.
Penelitian ini memiliki lima tujuan utama, yaitu mendeskripsikan profil gelombang otak penghafal Al-Qur’an pada kondisi istirahat dan selama prosesmurāja’ah; mendeskripsikan tingkat stres, kesehatan mental, dan performa hafalan; menganalisis hubungan antara gelombang otak, stres, dan kesehatan mental dengan performa hafalan; mendeskripsikan pengalaman penghafal Al-Qur’an dalam mengelola stres dan menjaga kesehatan mental; serta merumuskan implikasi teoretis dan prinsip pembelajaran taḥfīẓ Al-Qur’an berdasarkan integrasi seluruh temuan penelitian.
Menggunakan PendekatanMixed Methods
Penelitian menggunakan pendekatanmixed methodsdengan desainconcurrent triangulation. Penelitian melibatkan91 santri di Pondok Pesantren Tahfidzil Quran Muhammadiyah Ibnu Juraimi. Data kuantitatif diperoleh melalui perangkatNeuroSky MindWave, skala stres, skala kesehatan mental, dan nilai rapor taḥfīẓ. Data tersebut dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis korelasi, dan regresi linear berganda. Sementara itu, data kualitatif diperoleh melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Kedua jenis data selanjutnya diintegrasikan pada tahap interpretasi. Keabsahan data dijaga melalui pengujian validitas dan reliabilitas instrumen, penerapan standar prosedur pengukuran EEG, serta triangulasi sumber.
Gelombang Otak dan Kesehatan Mental Berhubungan dengan Performa Hafalan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesmurāja’ahditandai dengan perubahan profil aktivitas gelombang otak, terutama pada pita gelombangteta, alfa, beta, dan gama. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara gelombang beta dan gama dengan performa hafalan Al-Qur’an. Gelombang beta memiliki koefisien korelasir = 0,731; p = 0,040, sedangkan gelombang gama menunjukkan hubungan yang sangat kuat dengan performa hafalan denganr = 0,946; p = 0,000. Sebaliknya, tingkat stres memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan performa hafalan, denganr = -0,796; p = 0,000. Sementara itu, kesehatan mental memiliki hubungan positif dengan performa hafalan, denganr = 0,584; p = 0,000.
Hasil regresi linear berganda menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut secara simultan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap performa hafalan, dengan nilaiR² = 0,771; F = 97,372; p = 0,000. Artinya, model penelitian mampu menjelaskan proporsi yang besar dari variasi performa hafalan berdasarkan variabel-variabel yang dianalisis. Temuan kualitatif juga menunjukkan bahwa para santri menggunakan berbagai strategiemosional, spiritual, dan fisiologisdalam mengelola stres serta menjaga kesehatan mental selama menjalani proses taḥfīẓ.
Prof. Dr. Eva Latipah, S.Ag., S.Psi., M.Si., selaku promotor utama, memandang penelitian Ary Asy’ari memiliki kontribusi penting karena berupaya mempertemukan perspektif pendidikan Islam dengan temuan empiris dari bidang neurosains dan psikologi.
Menurut Prof. Eva, kekuatan penelitian ini terletak pada upayanya melihat proses menghafal Al-Qur’an secara lebih utuh. Keberhasilan taḥfīẓ tidak semata-mata ditentukan oleh metode mengajar atau intensitas pengulangan, tetapi juga berkaitan dengan kondisi kognitif, regulasi emosi, tingkat stres, dan kesehatan mental peserta didik. Ia menilai pendekatan integratif semacam ini penting dikembangkan dalam pendidikan Islam agar pembelajaran taḥfīẓ tidak hanya berorientasi pada capaian kuantitatif hafalan, tetapi juga memperhatikanproses belajar, kondisi psikologis, dan optimalisasi fungsi kognitif peserta didik.
Salah satu kontribusi penting penelitian ini adalah lahirnyamodel konseptual pembelajaran taḥfīẓ neuropsikospiritual berbasis neurosains kognitif. Model tersebut merupakan hasil integrasi antara temuan neurofisiologis, kondisi psikologis, pengalaman spiritual, dan performa hafalan. Temuan ini sekaligus memberikan landasan empiris untuk mereposisi aktivitas menghafal Al-Qur’an dalam perspektifTaksonomi Bloom. Menghafal selama ini sering diposisikan terutama sebagai aktivitas mengingat (remembering) yang berada pada kategoriLower Order Thinking Skills(LOTS). Penelitian ini menunjukkan bahwa proses taḥfīẓ dapat melibatkan aktivitas kognitif yang jauh lebih kompleks, seperti perhatian, regulasi diri, pemrosesan informasi, penguatan memori, dan integrasi kognitif tingkat tinggi. Dengan perspektif tersebut, taḥfīẓ Al-Qur’an tidak semestinya dipahami sekadar sebagai aktivitas menyimpan informasi dalam memori, tetapi sebagai proses pembelajaran yang melibatkan interaksi dinamis antaraotak, pikiran, emosi, spiritualitas, dan lingkungan belajar.
Kontribusi bagi Pengembangan Pendidikan Agama Islam
Disertasi Ary Asy’ari memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan pembelajaran taḥfīẓ Al-Qur’an. Secara teoretis, penelitian memperluas kajian Pendidikan Agama Islam melalui integrasi perspektif neurosains kognitif, psikologi pendidikan, dan spiritualitas Islam. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan bagi lembaga pendidikan dan pesantren dalam merancang pembelajaran taḥfīẓ yang lebih adaptif terhadap kondisi kognitif dan psikologis peserta didik.
Dengan diraihnya gelar Doktor PAI ke-48, Program Studi Doktor PAI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan penelitian Pendidikan Islam yanginterdisipliner, berbasis data, inovatif, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer.
Kata kunci:Neurosains Kognitif, Gelombang Otak, Taḥfīẓ Al-Qur’an, Stres, Kesehatan Mental, Performa Hafalan.