Dr M. Rikza Saputro Tawarkan Model Revitalisasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Pesantren
Promosi Doktor Pendidikan Agama Islam an. Muhamad Rikza Saputro, S.Pd., M.Pd., M.M., M.H. (1/7/2026)
Yogyakarta– Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali mencatatkan capaian akademik dengan meluluskan doktor baru. Pada Rabu (1/7/2026),Muhamad Rikza Saputro, S.Pd., M.Pd., M.M., M.H.(NIM 21304012003) berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor dan resmi menyandang gelarDoktor Pendidikan Agama Islam ke-40.
Disertasi yang dipertahankan berjudul“Revitalisasi Pendidikan Agama Islam untuk Pemberdayaan Santri dan Masyarakat (Studi Kasus di Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang)”. Ujian terbuka berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB di Aula Pertemuan Lantai 3 Gedung PPG FITK UIN Sunan Kalijaga, Sambilegi, Maguwoharjo, Sleman.
Sidang promosi dipimpin olehProf. Dr. Sukiman, S.Ag., M.Pd.selaku Ketua Sidang denganProf. Dr. Zainal Arifin, M.S.I.sebagai Sekretaris Sidang. Tim promotor terdiri atasProf. Dr. Mahmud Arif, M.Ag.danProf. Dr. Sembodo Ardi Widodo, M.Ag.Adapun penguji eksternal adalahDr. Ali Muhdi, M.S.I.(UIN Saizu Purwokerto), didampingi para penguji internal, yaituProf. Dr. Marhumah, M.Pd.,Dr. Sedya Santosa, S.S., M.Pd., danDr. Nur Hidayat, M.Ag.
Dalam disertasinya,Muhamad Rikza Saputromengangkat isu strategis mengenai revitalisasi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai respons terhadap berbagai tantangan sosial-keagamaan kontemporer. Penelitian ini berangkat dari realitas meningkatnya krisis moral dan karakter, menguatnya individualisme sosial, disrupsi teknologi, munculnya sikap intoleransi, serta melemahnya fungsi sosial PAI dalam kehidupan masyarakat modern. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini menawarkan upaya revitalisasi Pendidikan Agama Islam agar tetap relevan, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat.
Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian dilakukan diPondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi dengan melibatkan pengasuh pesantren, ustaz, pengurus, santri, alumni, tokoh masyarakat, wali santri, serta masyarakat sekitar. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan berbagai teknik pengujian keabsahan data, seperti triangulasi,member check,peer debriefing, ketekunan pengamatan, danaudit trail.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi Pendidikan Agama Islam dibangun melalui penguatan sistem sosial-budaya pesantren, keteladanan kiai dan ustaz, serta internalisasi nilai-nilai keislaman yang berlangsung melalui proses konstruksi sosial berupa eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi. Implementasinya diwujudkan melalui integrasi kurikulum formal dan diniyah, inovasi metode pembelajaran, penguatan pendidikan karakter, pemberdayaan ekonomi pesantren, dakwah sosial-keagamaan, serta penguatan moderasi beragama berbasis budaya pesantren.
Penelitian ini juga menghasilkanModel Revitalisasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Pesantrenyang mengintegrasikan fungsi pendidikan, pembentukan karakter, pemberdayaan ekonomi, dakwah masyarakat, dan moderasi beragama dalam kerangka pemberdayaan santri dan masyarakat. Model tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan konseptual maupun praktis bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam di lingkungan pesantren maupun lembaga pendidikan Islam lainnya.
Selaku promotor utama,Prof. Dr. Mahmud Arif, M.Ag.menyampaikan apresiasi atas capaian akademik promovendus. Menurutnya, disertasi ini memiliki kontribusi yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dalam menjawab tantangan pendidikan Islam dewasa ini.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa pesantren memiliki kapasitas yang sangat kuat sebagai pusat transformasi sosial. Revitalisasi PAI tidak cukup dipahami sebagai pembaruan kurikulum semata, tetapi harus diwujudkan melalui penguatan budaya pesantren, keteladanan, pemberdayaan ekonomi, dan pengabdian kepada masyarakat. Inilah nilai penting yang ditawarkan disertasi ini,"ungkapnya.
Sementara itu, penguji eksternalDr. Ali Muhdi, M.S.I.mengapresiasi kedalaman analisis dan keluasan data empiris yang disajikan dalam penelitian tersebut. Menurutnya, penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan paradigma PAI yang lebih transformatif.
"Disertasi ini memperlihatkan bagaimana PAI mampu melampaui fungsi pembelajaran di kelas. Pendidikan agama dapat menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat melalui penguatan karakter, moderasi beragama, dan kemandirian ekonomi. Perspektif seperti ini sangat relevan dengan tantangan masyarakat Indonesia saat ini,"ujarnya.
KeberhasilanMuhamad Rikza Saputromeraih gelar Doktor ke-40 semakin menegaskan komitmenProgram Studi Doktor Pendidikan Agama Islam FITK UIN Sunan Kalijagadalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi keilmuan dan solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan Islam serta kehidupan sosial-keagamaan masyarakat.
Kata Kunci:Revitalisasi Pendidikan Agama Islam, Pesantren, Pemberdayaan Santri, Pemberdayaan Masyarakat.