Dr. Danang Mempresentasikan Tiga Model Integrasi Pembelajaran PAI di Sekolah Islam Terpadu

Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali melahirkan Doktor PAI yang ke-20. Gelar Doktor ini diraih oleh Danang Dwi Prasetyo, M.Pd. dengan judul Disertasi: “Implementasi Integrasi Pembelajaran Agama Islam di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Abu Bakar Yogyakarta”. Ujian Promosi Doktor dilaksanakan pada hari Senin, 23 Desember 2024.

Ujian Promosi Doktor atau Ujian Terbuka ini dilaksanakan di Aula Pertemuan Lantai 3 Gedung PPG FITK UIN Sunan Kalijaga, Sambilegi, Maguwoharjo, Sleman, DIY. Dalam ujian ini, yang bertindak sebagai Ketua Sidang adalah Prof. Dr. Sukiman, M.Pd. (Kaprodi Doktor PAI) dan sekretaris sidang oleh Dr. Winarti,M.Pd.Si. (Dosen FITK). Kedua promotor adalah Prof. Dr. Anik Ghufron, M.Pd. (Guru Besar UNY) dan Prof. Dr. Tasman, M.A. (Guru Besar FITK). Para penguji adalah Prof. Dr. Maemonah, M.Ag, Prof. Dr. Maksudin, M.Ag, Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag dan Dr. Ahmad Arifi, M.Ag. (Guru Besar dan dosen FITK)

Disertasi yang berhasil dipertahankanini bertujuan untuk (1)mengeksplorasi Implementasi integrasi pembelajaran agama Islam di SMA IT Abu Bakar Yogyakarta, termasuk model, metode serta strategi yang digunakan. Guru diharapkan memiliki pemahaman tentang cara mengkolaborasikan materi ajar dengan nilai-nilai Islam, agar integrasi tidak sekadar berfokus pada pembelajaran, tetapi juga pada pembentukan moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru, dan Siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap utama: kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan

Hasil penelitian menemukanbahwa:SMA IT Abu Bakar Yogyakarta berupaya mengintegrasikan pembelajaran agama dengan pendekatan modern dan interaktif, meski masih ada ruang untuk pengembangan. Integrasi dilakukan dengan memperkuat kerjasama antar guru, menggunakan metode kreatif, dan mengevaluasi secara holistik untuk menciptakan lingkungan belajar yang relevan. Sekolah ini mengimplementasikan tiga model integrasi pembelajaran menurut teori Robin Fogarty: Model Terbagi (Shared), Model Jaring Laba-laba (Webbed), dan Model Integrasi (Integrated), yang menggabungkan berbagai mata pelajaran dengan topik relevan. Metode yang digunakan beragam, termasuk ceramah, diskusi, simulasi, dan penggunaan teknologi. Strategi fleksibel dan holistik mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, yang membantu pengembangan nilai-nilai Islam dan keterampilan praktis siswa secara menyeluruh [ZA]