Silaturrohmi Anggota Senat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan Rektor Baru

Pada Jumat, 16 Agustus 2024, Senat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Rapat Pleno dengan agenda Silaturahmi dan Ramah Tamah bersama Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta periode 2024-2028, Prof. Noorhaidi, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. Acara yang berlangsung di Aula Rektorat ini dibuka oleh Ketua Senat, Prof. Dr. Kamsi M.A..

Setelah pembukaan oleh Ketua Senat, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor Prof. Noorhaidi, yang memaparkan visi dan arah pengembangan UIN Sunan Kalijaga selama masa kepemimpinannya. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi universitas dalam tiga aspek utama yang diamanatkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, yaitu: (1) Peningkatan Daya Saing PTKI: Rektor menekankan perlunya UIN Sunan Kalijaga untuk terus berupaya meningkatkan kualitas dalam bidang pendidikan dan pembelajaran, penelitian dan publikasi, serta pengabdian kepada masyarakat. Hal ini diharapkan dapat menjadikan UIN Sunan Kalijaga sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan yang unggul dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. (2) Peningkatan Tata Kelola Perguruan Tinggi: Dalam rangka mencapai tata kelola yang lebih baik, Rektor menekankan perlunya menciptakan sistem yang efektif, efisien, terbuka, dan berkeadilan. Beliau juga menggarisbawahi pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pengelolaan universitas untuk meningkatkan kepercayaan publik. (3) Peningkatan Peran PTKI dalam Isu Nasional dan Internasional: Rektor menekankan bahwa UIN Sunan Kalijaga harus aktif berperan dalam merespons berbagai isu nasional dan internasional yang berkaitan dengan tugas dan kewenangan Kementerian Agama. Ini termasuk peran universitas dalam membangun dialog antaragama, merespons isu-isu sosial, serta memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan masyarakat.

Selain itu, Prof. Noorhaidi juga mengumumkan beberapa prioritas pengembangan UIN Sunan Kalijaga ke depan. Salah satu fokus utama adalah pembukaan fakultas dan program studi strategis, seperti Fakultas Ilmu Kesehatan dan Kedokteran yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Beliau juga mengungkapkan rencana pengembangan dua pusat studi baru, yaitu Pusat Kajian Pemikiran Keislaman dan Pusat Kajian Isu-Isu Strategis. Kedua pusat studi ini diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam merespons berbagai tantangan keislaman dan isu-isu global.

Pada sesi berikutnya, anggota senat diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan dan masukan terhadap arah pengembangan yang disampaikan oleh Rektor. Prof. Khairudin Nasution mengajukan usulan terkait peningkatan fasilitas kampus. Beliau menyarankan pembangunan lorong beratap yang menghubungkan seluruh gedung di UIN Sunan Kalijaga, agar aktivitas civitas akademika tidak terganggu oleh hujan atau panas. Selain itu, beliau juga menyarankan pemasangan eternit pada seluruh tritisan gedung yang ada di UIN Sunan Kalijaga, dengan tujuan mempercantik dan memperkokoh bangunan, sehingga kampus terlihat lebih rapi dan elegan.

Prof. Sumarni menyampaikan pentingnya percepatan kenaikan pangkat dosen, terutama untuk jabatan kepala dan guru besar. Beliau juga menyampaikan tentang program pengembangan zona integritas di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, yang ditunjuk untuk mewakili Kemenetrian Agama pada tingkat nasional.

Selanjutnya, Prof. Shafa menyoroti pentingnya orientasi pendidikan yang berfokus pada pengembangan karakter mahasiswa. Beliau menekankan bahwa UIN Sunan Kalijaga harus menjadi institusi yang tidak hanya mencetak lulusan yang berpengetahuan luas, tetapi juga berkarakter kuat dan mampu menjadi teladan di masyarakat.

Di akhir sesi, Prof. Tulus Mustafa menambahkan bahwa pembangunan Ma'had Al Jami'ah sangat penting untuk mendukung pengembangan karakter mahasiswa. Ma'had ini diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran yang menekankan penguatan kemampuan bahasa asing dan pemahaman keislaman. Selain itu, Ma’had ini dapat mendukung program moderasi beragama bagi para mahasiswa.