Mahasiswa S3 PAI UIN Sunan Kalijaga, Raih Syahadah Darul Ifta Mesir

Setelah menyelesaikan Dauroh Penguatan Fatwa di Darul Ifta Mesir selama kurang lebih satu bulan, Moh Farhan mahasiswa S3 PAI UIN Yogyakarta mendapatkan syahadah dari lembaga Fatwa Mesir ini, yang dilaksanakan di Auditorium Darul Ifta Mesir, pada Rabu 5 Maret 2024 pukul 10.00 waktu Kairo. Hadir dalam acara tersebut Syekh Dr. Ali Umar (pimpinan Darul Ifta Mesir), Dr. KH. Za’im Kholis N (perwakilan dari KBRI untuk Mesir), dan para masyayikh Darul Ifta Mesir.

Acara Haflah Ikhtitam didesain dengan sangat khidmat dan sakral. Setelah selesai pembacaan ayat Suci Al-Qur’an dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Mesir dan Indonesia Raya, kemudian sambutan dari KBRI untuk Mesir dan Darul Ifta Mesir.

Dalam Sambutan perwakilan Darul Ifta Mesir menyampaikan apresiasi terhadap para peserta Daurah Fatwa, beliau mengungkapkan selamat dan sukses kepada seluruh peserta yang merupakan para kiai, akademisi dan aktifis keislaman di Indonesia, juga kepada seluruh pihak terkait di Indonesia. beliau berharap jalinan kerjasama bisa semakin ditingkatkan secara produktif, tidak hanya itu, bahwa wawasan, keilmuan, serta paradigma keberagamaan yang moderat menjadi kunci untuk terus diperkuat.

Setelah selesai sambutan, dilanjutkan pemberian syahadah (ijazah) resmi yang ditandatangani oleh Grand Mufti Mesir Prof. Dr. Syauqi Allam, sebagai tanda legalitas keilmuan dan apresiasi ikhtitam program Daurah yang telah selesai dijalani dengan sukses oleh para peserta.

Kegiatan Daurah Penguatan Pengambilan Fatwa di Darul Ifta Mesir ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, berkerjasama dengan LPDP atas pemanfaatan Dana Abadi Pesantren. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan beasiswa penuh belajar selama 1 bulan di Mesir yang diperuntukan bagi kiai Ulama di Indonesia yang berhasil lolos seleksi. Maka tidak heran jika proses seleksi ketat dan belangsung kurang lebih 3 bulan hingga akhirnya dinyatakan sebagai salah satu peserta yang lolos. Bahkan di pertengahan program sempat dilakukan monitoring secara langsung ke Darul Ifta Mesir dari Tim Dirjen Pendis RI yang rombongan dipimpin oleh Sekretaris Dirjen Pendis Prof Dr. H. Rahmat Mulyana, M.Ed didampingi beberapa sturktural Dirjen Pendis.

Moh Farhan S.Pd.I., S.Hum., M.Pd.I., mahasiswa S3 PAI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta angkatan 9, yang juga Dosen FAI UNISSULA Semarang, salah satu peserta beasiswa ini saat dihubungi menyampaikan bahwa “proses seleksi diawali dengan seleksi berkas dan Esai. Dilanjutkan seleksi wawancara ke-Islaman khusunya bidang Ushul Fiqh, kitab turost, pengalaman Internasional dan moderasi beragama”.

Pengasuh Pesantren Ar Rohmah Grobogan ini menambahkan, “bahwa Beasiswa Program Penguatan Pengambilan Fatwa ke Darul Ifta Mesir yang diselenggarakan Kemenag Republik Indonesia memiliki paling tidak 3 tujuan utama, antara lain yakni; (1) penguatan metodologi penetapan fatwa; (2) penguatan maraji mu’ashirah (referensi kontemporer) yang muktabar; dan (3) pembekalan manhaj atau metode serta moderasi islam melalui fatwa”.

Dalam kegiatan ini terpilih 50 peserta beasiswa yang beruntung untuk belajar di Mesir (https://kemenag.go.id/nasional/kemenag-kirim-50-ulama-pesantren-studi-penguatan-fatwa-di-mesir-FOBd7), rangkaian kegiatan Daurah Studi Penguatan Fatwa dimulai dengan adanya seleksi diakhir tahun 2023, kemudian Pre-Departure Penerima Beasiswa Daurah Fatwa bertempat di Swiss-Belhotel yang diselenggarakan selama 3 hari di Jakarta (7-9 Februari 2024) oleh Tim Dirjen Pendis Kemenag RI, dan dilanjutkan program inti Studi Daurah Fatwa di Darul Ifta Mesir 9 Februari – 9 Maret 2024. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena selain wahana memperkuat keilmuan, juga berkesempatan menimba ilmu langsung dengan masyayikh Mesir Darul Ifta dan Al Azhar Mesir, juga berkesempatan ziarah ke berbagai Ulama pengarang kitab-kitab turost di Mesir.