Workshop Reviu Kurikulum Prodi S3 PAI Berbasis Obe Mengacu Permendikbudristek 53 Tahun 2023

Peserta Workshop
Pada Rabu, 17 Januari 2024, Program Doktoral (S3) PAI secara resmi melakukan workshop reviu kurikulum berbasis OBE mengacu Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023. Acara ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan sebagai pemangku kepentingan utama. Kegiatan workshop ini dipandu langsung Kaprodi dan Sekprodi S3 PAI. Kegiatan workshop reviu ini bertujuan untuk merespon Permendikbudristek No 58 tahun 2023, menandakan komitmen PAI terhadap kualitas dan relevansi pendidikan tingkat doktoral.
Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 53 Tahun 2023 memberikan fleksibilitas yang signifikan bagi penyelenggaraan program studi S3. Salah satu aspek penting yang tidak diatur secara tegas dalam Permendikbudristek tersebut adalah berapa beban sks yang harus diambil oleh mahasiswa. Keputusan ini diambil untuk memberikan ruang fleksibilitas yang lebih besar kepada mahasiswa dan institusi pendidikan, memungkinkan adanya penyesuaian sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Revieu kurikulum pada program doktoral (S3) sangat penting untuk memastikan relevansi, efektivitas, dan kualitas pendidikan yang diberikan. Beberapa alasan utama: Pertama, relevansi dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan ilmu dan teknologi dapat terjadi dengan cepat. Melalui reviu kurikulum, dapat memastikan bahwa program doktoral tetap up-to-date dan relevan dengan perkembangan terkini dalam bidang studi. Kedua, peningkatan kualitas Pendidikan. Reviu kurikulum membantu mengidentifikasi kelemahan atau ketidakcocokan dalam struktur kurikulum yang ada. Dengan memperbaiki atau memodernisasi materi dan metode pembelajaran, dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa S3. Ketiga, menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Proses reviu memungkinkan penyesuaian kurikulum agar sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan dunia kerja. Hal ini membantu lulusan S3 menjadi lebih siap dan relevan dalam menghadapi tantangan profesional. Keempat, peningkatan daya saing lulusan. Dengan menyesuaikan kurikulum sesuai dengan perkembangan terkini dan kebutuhan lapangan, lulusan S3 akan memiliki keunggulan kompetitif dalam pasar kerja global yang berubah-ubah.
Dengan melakukan reviu kurikulum, Prodi S3 PAI dapat memastikan bahwa program tersebut tetap relevan, berkualitas tinggi, dan mampu memenuhi tantangan masa depan dalam dunia akademis maupun industri. Melalui reviu kurikulum, Prodi S3 PAI dapat membangun fondasi yang tangguh untuk mencetak lulusan S3 yang tidak hanya berkompeten dalam ranah akademis, tetapi juga mampu merespons dinamika masyarakat dan dunia. Inilah inti dari perjalanan doktoral yang bukan hanya mencari jawaban atas pertanyaan yang ada, tetapi juga mempersiapkan generasi berikutnya untuk menemukan pertanyaan baru yang akan membimbing evolusi pengetahuan manusia.
Peserta reviu kurikulum menyampaikan beberapa masukan berharga terkait desain dan implementasi kurikulum Program Doktoral PAI. Beberapa dari mereka menyoroti kurang fokus pada pengembangan ilmu Pendidikan Agama Islam (PAI). Saran ini menunjukkan pentingnya memperkuat aspek kurikulum yang mendukung pengembangan ilmu PAI. Selain itu, masukan juga menyoroti perlunya kesinkronan antara rumusan profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), bahan kajian, mata kuliah, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta strategi pembelajaran dan penilaiannya. Keselarasan ini dianggap sebagai langkah esensial untuk memastikan bahwa seluruh komponen kurikulum saling mendukung, memastikan konsistensi dalam pencapaian tujuan pendidikan dan memberikan pengalaman belajar yang terintegrasi.
Masukan lain perlunya kurikulum S3 PAI merespon terhadap tuntutan zaman, terutama dalam konteks perkembangan Teknologi Informasi (TI). Adanya dorongan untuk menyesuaikan kurikulum dengan realitas perkembangan zaman, terutama pemanfaatan TI. Kritik juga diberikan terhadap mata kuliah metodologi, di mana peserta reviu menyoroti perlunya penguatan dalam aspek ini. Mereka menekankan bahwa memberikan bekal metodologi yang kuat kepada para mahasiswa sangat penting. Oleh karena itu, diperlukan perubahan dan penguatan dalam mata kuliah metodologi untuk memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan landasan yang kokoh dalam metode penelitian.
Ada tambahan masukan penting terkait penataan mata kuliah yang berkaitan dengan penyusunan disertasi. Peserta reviu menyoroti perlunya penataan struktur kurikulum yang berkaitan dengan tahapan dalam penyusunan disertasi, seperti mata kuliah seminar proposal, ujian proposal disertasi dan seterusnya. Dengan penataan secara sistematis dan fungsional mahasiswa diharapkan lebih dalam menulis disertasi.
Dengan demikian, masukan ini menegaskan kebutuhan untuk menyusun kurikulum dengan hati-hati, memastikan bahwa seluruh elemen tersebut saling terhubung dan mendukung perjalanan mahasiswa dari awal hingga akhir program doktoral. Kesinambungan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman pendidikan yang menyeluruh dan mempersiapkan mahasiswa dengan baik untuk menghadapi tantangan riset dan penulisan disertasi mereka.