Deseminasi Roadmap Prodi Mewujudkan Generasi yang Unggul

Dr. Aida Hayani, M.Pd, alumni Prodi S3 PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kegruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang sekarang menjabat sebagai Ka. Prodi Magister Pendidikan Agama Islam UAA menjadi Narasumber dalam webinar via daring dan luring dengan tema “Deseminasi Roadmap Prodi Mewujudkan Generasi yang Unggul”. Webinar ini dilaksanakan dalam rangka menerapkan kurikulum berbasisOutcome Based Education(OBE) yang tepat sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan dalam menghadapi kecepatan pemanfaatan teknologi dan produksi inovasi.

Ia memaparkan bahwa Pemerintah sudah menerapkan kurikulum berbasis OBE baik bagi PTS maupun PTN dengan maksud menjembatani kesenjangan antara proses pendidikan di Perguruan Tinggi dengan dunia nyata (dunia kerja). Oleh karena itu dalam pembentukan mata kuliah harus disusun terlebih dahulu profil lulusan/Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan menyesuaikan SDM, karena profil lulusan mengarah kepada konsentrasi dan ketersediaan profil lulusan juga tidak boleh tumpang tindih dengan prodi lain.

Ia lebih lanjut menuturkan bahwa Profil lulusan dapat dikaitkan dengan kearifan lokal, kebutuhan lokal atau dikaitkan dengan kekhasan prodi. Oleh sebab itulah rumusan capaian pembelajaran dimulai dengan Capaian Pembelajaran Lulusan/CPL di tingkat program studi untuk kemudian diturunkan menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK).

Dalam menerapkan kurikulum berbasis OBE, Dr. Aida menyatakan bahwa pilih terlebih dahulu komponen kurikulum yang tepat seperti capaian pembelajaran, pengalaman belajar dan penilaian kemudian jabarkan dalam CPMK) sub CPMK, bobot SKS dan pengembangan bahan ajar.

Beliau juga menyampaikan bahwa prinsip dan konsep OBE dapat berjalan dengan maksimal apabila terdapat penerapan analisis, perancangan/perencanaan, pengembangan, pelaksanaan, monitoring hingga evaluasi. Penyusun kurikulum haruslah dosen yang mengerti dan fokus padabody of knowledge(ontologi, epistemologi dan aksiologi) mengerti pakem/blok/bahan baku dalam mengelola kurikulum, memilikiqualification frameworkuntuk pembeda jenjang studi (D3, D4, S1, S2 dan S3).

Kemudian Dr. Aida juga memaparkan mengenai kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan pada tahun 2020 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dimana dalam Kebijakan MBKM secara umum memberikan hak belajar bagi mahasiswa program sarjana dan sarjana terapan dengan mengikuti seluruh proses pembelajaran pada program studi (prodi) di perguruan tinggi sesuai masa dan beban belajar.