Dosen Tetap Prodi S3 Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Dalam Bidang Pengembangan Kurikulum

Prof. Dr. H. Sukiman, S.Ag., M.Pd., sebagai salah satu dosen Prodi S3 FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dikukuhkan sebagai Guru Besar Dalam Bidang Pengembangan Kurikulum dihadapan sidang senat terbuka UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tanggal 30 November 2022 bertempat di gedung Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah atau Gedung Multi Purpose UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Profesor Sukiman menyampaikan pidato guru besar dengan judul “Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Berbasis Paradigma Teo-Antropo-Ekosentris.”

Dalam piadatonya, Prof. Sukiman mengemukakan bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah, sampai saat ini dinilai belum cukup berhasil, bahkan ada yang menilai gagal dalam mewujudkan misi dan tujuannya. Kondisi ini tidak lantas kemudian menjadi alasan untuk menghapuskan PAI dari kurikulum sekolah. Karena bagaimanapun PAI di sekolah tetap sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan dan karakter pada anak bangsa. Apalagi dikaitkan dengan tren kehidupan era global dimana peran agama semakin menguat sebagai basis ideologi untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis. Oleh karena itu, solusi yang harus ditempuh adalah melakukan perbaikan dan penyempurnaan penyelenggaraan PAI di sekolah. Upaya tersebut perlu dimulai dari hal yang sifatnya sangat mendasar yaitu paradigma yang digunakan. Penyelenggaraan PAI tidak lagi didasarkan pada paradigma yang bersifat parsial, misalnya hanya fokus pada paradigma teosentris atau antroposentris saja. Paradigma yang bersifat parsial dikhawatirkan dapat mengakibatkan tumbuh dan berkembangnya split personality dalam diri peserta didik/masyarakat.

Pengembangan PAI di sekolah perlu berpijak pada paradigma yang bersifat holistik- integratif, yakni paradigma Teo-Antropo-Ekosentris. Penyelenggaraan PAI di sekolah jika sudah dilandasi dan dijiwai dengan paradigma teo-antropo-ekosentris, diharapkan akan berdampak pada pembentukan pemahaman dan pola pikir peserta didik yang utuh yang berimplikasi pada sikap dan perilaku mereka. Peserta didik dapat menjadi pribadi yang memiliki keimanan yang kuat kepada Tuhan dan taat beragama, pada saat yang sama nilai-nilai keimanan dan ketakwaannya tersebut terefleksikan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka memiliki keimanan yang kuat yang dibarengi dengan sikap dan perilaku mereka yang peduli terhadap sesama dan alam/lingkungan, sehingga tercipta kehidupan yang harmoni dan damai.