Artikel Kolaboratif Dosen dan Mahasiswa Program Doktor (S3) PAI FITK Terbit di Jurnal Internasional Bereputasi

Dr. Sukiman, S.Ag., M.Pd. (Kaprodi S3 PAI FITK)
The Pattern of Hybrid Learning to Maintain Learning Effectiveness at the Higher Education Level Post-COVID-19 Pandemic
Penulis: Sukiman, Sri Haningsih, dan Puspo Rohmi
Penelitian ini menganalisis dan membandingkan tingkat efektivitas pembelajaran online pada jenjang sarjana, magister, dan doktor PAI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan menggunakan metode penelitian campuran kuantitatif dan kualitatif (mixed methods). Hal ini didasarkan pada hasil penelitian yang menyatakan bahwa jenjang pendidikan berpengaruh terhadap kesiapan dan keberhasilan mengikuti pembelajaran online.
Temuan penelitian menyatakan bahwa pembelajaran online masa pandemi Covid-19 pada jenjang sarjana, magister, dan doktor PAI secara umum efektif. Tidak ada perbedaan yang signifikan tingkat efektivitas pembelajaran online pada jenjang sarjana dan magister. Sementara itu, ditemukan adanya perbedaan yang signifikan tingkat efektivitas pembelajaran online antara jenjang sarjana dan doktor serta antara jenjang magister dan doktor. Pembelajaran online pada jenjang doktor adalah yang paling efektif. Meskipun pembelajaran online masa pandemi Covid-19 pada ketiga jenjang pendidikan tersebut efektif, namun khususnya mahasiswa pada jenjang sarjana dan magister PAI tetap mengusulkan perlunya pembelajaran tatap muka di samping pembelajaran online. Menurut mereka masing-masing pola pembelajaran tersebut memiliki sejumlah kelebihan dan kelemahan. Pemaduan antara keduanya dapat bersifat saling melengkapi. Oleh karena itu, pengembangan pola pembelajaran pasca pandemi Covid-19 yang dinilai tepat adalah pola pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran online atau dikenal dengan pola blended atau hybrid. Formulasi berapa persen untuk pembelajaran tatap muka dan berapa persen untuk pembelajaran online disesuaikan dengan karaketeristik, arah, dan orientasi pendidikan, taraf kemampuan, kesiapan, dan semangat kemandirian belajar mahasiswa pada masing-masing jenjang.
Berdasarkan hasil temuan di atas, dikemukakan saran untuk pengembangan pola pembelajaran campuran (blended/hybrid learning) pasca pandemi Covid-19 pada jenjang pendidikan sarjana, magister, daktor PAI. Formulasi pola pembelajaran campuran antara jenjang sarjana, magister dan doktor perlu dibedakan sesuai dengan karakteristik, arah, dan orientasi pendidikan, taraf kemampuan, kesiapan, semangat kemandirian belajar mahasiswa pada masing-masing jenjang. Formulasi pola pembelajaran campuran untuk jenjang sarjana adalah antara 60%-70% dilakukan secara tatap muka dan 30%-40% dilakukan secara online. Fomulasi pembelajaran campuran untuk jenjang magister menggunakan pola 40%-50% pembelajaran secara tatap muka dan 50%-60% pembelajaran melalui online. Sedangkan fomulasi pembelajaran campuran untuk jenjang doktor 20% dilakukan secara tatap muka, dan selebihnya 80% dilakukan melalui online.