Mahasiswa Prodi S3 PAI FITK Menjadi Nara Sumber Bedah Buku “Penguatan Literasi Lintas Iman”

Foto: Kegiatan Bedah Buku "Penguatan Literasi Lintas Iman"
Penguatan literasi merupakan salah satu cara untuk menjadikan diri lebih bijak dalam berbagai hal, termasuk salah satunya lebih pintar lagi dalam menerima, memilih dan memilah berbagai informasi yang mengandung hoaks, hate speech, post-truth, dan lain sebagainya. Selain itu, literasi juga menjadi bekal sekaligus tonggak awal perubahan peradaban kehidupan di masa mendatang. Begitulah makna literasi yang disampaikan oleh Ziadatul Husnah yang akrab dipanggil Zia, salah satu mahasiswi Prodi S3 PAI FITK UIN Sunan Kalijaga yang sekaligus menjabat sebagai Direktur Rumah Kearifan (House of Wisdom) dan juga accredited trainer of Living Values Education (LVE).
Bagi Zia, penguatan literasi tidak hanya dan tidak cukup dilakukan hanya dengan literasi bahasa, akan tetapi juga literasi lainnya seperti digital literacy, literasi sains, literasi numerasi, dan literasi agama (religious literacy). Semua jenis literasi tersebut harus terus ditingkatkan seiring dengan tantangan dan perkembangan zaman. Seperti yang dilakukannya pada Minggu, 17 Oktober 2021 di Rumah Kearifan (House of Wisdom), Zia menjadi bagian dari bedah buku novel yang berjudul “Someone has to Die” karya Jim Baton warga asli California Amerika Serikat yang sudah cukup lama tinggal di Indonesia.
Novel Someone Has to Die terhitung sangat unik dan menarik sebab novel ini terkait dengan toleransi beragama dan peran keluarga dalam membentuk mindset beragama terutama terkait dengan agama lain. Novel Jim Baton ini memenangkan penghargaan “Trilogi Perdamaian” di Amerika Serikat. Novel ini diangkat dari cerita nyata yang salah satunya tentang perjalanan seorang teroris Afghanistan yang bertaubat dan akhirnya menjadi orang biasa yang selalu menebarkan nilai perdamaian walaupun dengan orang yang berbeda agama. Cerita lain yang senada juga ditulis Jim Baton untuk menghilangkan persepsi, stigma dan prasangka yang negative antar umat beragama. Karena itu, kata Zia, “Novel ini layak dibaca sebagai bahan refleksi bagi semua pakar dan praktisi pendidikan terkait dengan pembiasaan menghargai dan toleransi antar umat beragama baik internal maupun antar umat beragama.
Pada bedah buku ini Zia tidak sendirian, dia bersama tiga orang hebat lain yang juga menjadi bagian dari bedah buku novel ini. Tiga orang tersebut adalah Dr. Muqowim, M.Ag., dosen FITK UIN Sunan Kalijaga yang juga menjadi Accredited Trainer of LVE; Halili, M.A., Dosen UNY dan Direktur Riset SETARA Institute Jakarta; Nafik Mutohirin, M.A., dosen UMM dan Direktur Program RBC Institute A. Malik Fajar. Para pembicara melihat novel ini dari berbagai sisi sesuai dengan keahlian mereka.