RAPAT KOORDINASI PERSIAPAN PERKULIAHAN SEMESTER GENAP 2020/2021 PROGRAM DOKTOR (S3) PAI FITK UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

Hari Selasa, 23 Februari 2021 Program Studi S3 PAI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan perkuliahan semester genap tahun akademik 2020-2021. Hadir pada kesempatan rapat itu Kaprodi Prodi S3 PAI (Dr. Sukiman, M.Pd.), Sekprodi S3 PAI (Sibawaihi, M.A., Ph.D.), para guru besar dan dosen yang akan mengajar pada semester genap dan juga tenaga kependidikan Prodi S3 PAI. Guru besar dan dosen yang hadir pada kegiatan rapat tersebut adalah Prof. Dr. H. Maragustam,M.A., Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag., Prof. DR. Muhammad, M.Ag., Prof. Dr. Euis Nurlaelawati, MA., Prof. Dr. Anik Ghufron, MA., Prof. Dr. Sangkot Sirait, M.Ag., Dr. Usman,M.Ag., Dr. Ahmad Arifi, M.Ag., Dr. Mahmud Arif, M.Ag., Dr. Radjasa, M.Si.

Acara cara rapat koordinasi tersebut diawali dengan pembukaan dipandu oleh sekretaris Prodi, acara inti rapat persiapan yang dipimpin oleh Ketua Program Studi S3 PAI, dan penutup. Pada pengantar rapat ketua program studi menyampaikan mengenail kalender akademik perkuliahan, perkembangan jumlah mahasiswa Prodi S3 PAI, nama-nama dosen yang akan mengampu perkuliahan semester genap, system perkuliahan pada semester genap, dan program-program yang akan dilakukan oleh Prodi S3 PAI pada tahun 2021. Program-program tersebut diantaranya adalah Penulisan Jurnal Prodi S3 PAI (5 penulis / artikel), penyusunan & cetak bahan ajar / referensi, pendaftaran Hak Atas Karya Cipta (HKI), kegiatan rekognisi penelitian dosen-mahasiswa, kegiatan rekognisi PkM Dosen -Mahasiswa, langganan aplikasi media meeting online (zoom), webinar nasional, dan webinar internasional.

Sesi selanjutnya tanggapan dan masukan dari dosen. Prof. Dr. Maragustam, MA menyapaikan beberapa hal, yaitu: 1) Program-program yang disampaikan Kaprodi sudah bagus dan itu perlu di-share ke grup dosen; 2) Bagaimana cara supaya ada beasiswa yang ditawarkan kepada mahasiswa. Ini akan menambah daya jual kita kepada mahasiswa sehingga mereka yang diterima adalah hasil dari proses seleksi yang cukup ketat; 3) Apakah mungkin menciptakan suatu mekanisme pembelajaran yang dilaksanakan secara daring namun terasa luring? UII telah mencoba mengembangkan teknologi pembelajaran dengan nuansa ini; 4) Mengusulkan agar pertemuan pertama dan terakhir dalam perkuliahan dilakukan secara luring (tatap muka). Ini supaya nuansa akademiknya lebih terasa; dan 5) Perkuliahan online melalui media Zoom Cloud Meeting sejauh ini berjalan dengan baik dan tanpa kendala yang berarti dan bisa diteruskan, bahkan bisa dilakukan 100% untuk seluruh pertemuan.

Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Ag. juga menyampaikan saran dan masukan sebagai berikut: 1) Penata homebase dosen perlu diparhatikan, sebaiknya tidak sering-sering memindah dosen agar tidak menimbulkan persoalan baik bagi prodi maupun bagi dosen yang bersangkutan; 2) Pembelajaran dengan sistem online adalah pilihan yang sangat tepat. Ini perlu dibakukan selamanya karena eranya sudah era digital yang menuntut segala sesuatu dilakukan secara online; 3) Mindset untuk maju itu perlu dibangun apalagi bagi kita yang berada di PTKIN tertua. Program S3 perlu terus dikembangkan dengan upaya-upaya yang menunjukkan kelas UIN Sunan Kalijaga dibanding PTKIN lain; 4) Program S3 tidak hanya untuk melaksanakan perkuliahan, tetapi juga untuk membangun budaya riset dan membangun reputasi. Ini perlu disadari tidak hanya oleh dosen tetapi juga oleh para tendik; dan 5)Pengumpulan dokumen-dokumen pribadi para dosen yang terkait dengan bidang-bidang akademik sangat penting dilakukan tidak hanya untuk kepentingan akreditasi tetapi juga untuk kepentingan IKU, sebagaimana yang dilakukan kemarin.

Prof. Dr. H. Muhammad, M.Ag. menyampaikan satu hal yaitu perlu ada CV para mahasiswa yang diberikan kepada dosen untuk memudahkan dosen dalam mengidentifikasi latar belakang mahasiswa dan mengenal mereka secara lebih personal dalam kaitan dengan minat dan intelektualitas mereka. Prof. Dr. H. Anik Ghufron menyatakan kembali kesanggupan untuk mengampu perkuliahan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Namun jika ada perubahan jadwal maka itu perlu dikomunikasikan antara mahasiswa dan dosen. Karena itu, penting bagi dosen untuk memiliki nomor kontak mahasiswa atau setidaknya seorang wakil mereka untuk membangun komunikasi ini. Dr. Usman, M.Ag, menyampaiakan usulan: 1) agar seluruh kegiatan prodi yang diperuntukkan kepada dosen seperti penguruan HKI, penelitian bersama dosen-mahasiswa, dan PkM bersama dosen-mahasiswa dapat disampaikan kepada seluruh dosen, dan 2) Seandainya ada keinginan dan kesepakatan untuk melakukan perkuliahan secara luring maka sedapat mungkin ruang perkuliahan yang akan dipakai disterilkan terlebih dahulu. Prof. Dr. Euis Nurlaelawati juga menyampaikan beberapa hal, yaitu: 1) Menyampaikan kesediaanya untuk mengampu mata kuliah yang diminta oleh Prodi S3 PAI; 2) Mensinyalir bahwa penjadwalan di UIN Sunan Kalijaga masih belum dikelola secara optimal karena pengalaman pribadi menunjukkan bahwa ada mata kuliah-mata kuliah yang jadwalnya bertabrakan satu sama lain; 3) Menghargai fasilitas Zoom Cloud Meeting yang disiapkan oleh prodi, namun selama ini ia lebih familier menggunakan Google Meet dan ini juga akan diterapkan dalam perkuliahan di prodi S3 PAI; dan 4) Proses perkuliahan yang selama ini telah dilakukan oleh Beliau adalah lebih banyak memberikan tugas kepada mahasiswa untuk mereview artikel-artikel jurnal dan buku yang terkait dengan kajian mata kuliah. Beliau juga mengusulkan model perkuliahan seperti itu dapat menjadi salah satu alternatif penugasan untuk mengurangi mahasiswa terjebak melakukan duplikasi-duplikasi karya ilmiah disebabkan karena terlalu banyak beban tugas yang harus dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas.

Prof. Dr. H. Sangkot Sirait, M.Ag., menyampaikan dua masukan, yaitu: 1) mengusulkan agar kita perlu memikirkan berbagai cara atau strategi untuk merekrut mahasiswa asing. Para mahasiswa asing yang studi di sebuah institusi ini tidak harus dipahami sebagai mereka yang mengambil kuliah secara regular di institusi tersebut, tetapi juga mereka yang melakukan short-course, mengikuti sebuah program pendidikan yang insidental, atau kunjungan akademik lainnya. Jika ini berhasil dilakukan, maka akan besar sekali dampaknya bagi institusi terutama dalam hal akreditasi; 2) Untuk menunjukkan terlaksananya penjaminan mutu pada mahasiswa, apakah dimungkinkan untuk membuat aturan mengenai uji similaritas atas tugas-tugas makalah mahasiswa sebelum dipresentasikan di kelas. Tidak hanya terkait disertasi, tetapi juga semua karya ilmiah mereka selama menempuh studi. Pak Dr. H. Radjasa, M.Si. menyampaikan masukan terkait dengan peningkatan kemauan mahasiswa untu membaca. Dalam penerimaan mahasiswa baru, kiranya perlu diakukan seleksi yang memadai sehingga calon mahasiswa yang lulus adalah mereka yang benar-benar memiliki kualifikasi untuk belajar pada level doctor dan pada gilirannya akan menyandang gelar doctor. Yang tidak layak secara keilmuan tidak harus dipaksakan untuk diterima. Kemudian semua dosen harus ikut terlibat dalam membangkitkan motivasi dan budaya membaca mahasiswa, karena kalua tidak terbiasa membaca mahasiswa s3 wawasan keilmuannya akan terbatas. Terakhir Pak Dr. H. Ahmad Arifi, M.Ag. menyampaikan beberapa masukan, yaitu: 1) Fakultas perlu menyampaikan Kembali pihak Kementerian Agama (DIKTIS) terkait dengan akses beasiswa 5000 doktor, karena Prodi S3 PAI FITK sudah memenuhi persyaratan administrasi minimal terakreditasi B; 2) Budaya akademik seperti banyak membaca dan menulis sebagaimana yang terlihat di kampus-kampus luar negeri perlu dibangun; dan 3) Sesuai dengan jenjang pendidikannya, Prodi S3 PAI perlu memikirkan berbagai hal mengenai internasionalisasi. Selesai sesi tanggapan dan masukan dari para guru besar dan dosen dan tanggapan balik dari Pengelola Prodi, rapat diakhiri pada jam 12.15. (by Sukiman dan sibawaihi)