Disertasi Doktor Jamaludin Tawarkan Model Implementasi Pendidikan Adab Berbasis Budaya Sekolah

Yogyakarta, 15 Juli 2026– Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali melahirkan doktor baru. Jamaludin, M.S.I. (NIM 19304016014) resmi meraih gelarDoktor Pendidikan Agama Islam ke-42setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul“Implementasi Pendidikan Adab di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Alam Nurul Islam Sleman”dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor yang diselenggarakan pada Rabu, 15 Juli 2026.

Ujian terbuka berlangsung pada pukul 09.00–11.00 WIB di Aula Pertemuan Lantai 3 Gedung PPG FITK UIN Sunan Kalijaga, Sambilegi, Maguwoharjo, Sleman. Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. Ibrahim, M.Pd. selaku Ketua Sidang dengan Dr. Nur Saidah, M.Ag. sebagai Sekretaris Sidang. Tim promotor terdiri atas Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag. sebagai promotor utama dan Prof. Dr. Tasman, M.A. sebagai ko-promotor. Adapun dewan penguji terdiri atas Prof. Dr. Zainal Arifin, M.S.I., Dr. Sigit Prasetyo, M.Pd.Si., Dr. Shaleh, M.Pd., dan Dr. Lailatu Rohmah, M.Pd.

Disertasi ini berangkat dari keprihatinan terhadap belum terbangunnya konsep pendidikan adab yang sistematis, terintegrasi, dan kontekstual di berbagai lembaga pendidikan Islam. Meskipun pendidikan Islam menempatkan adab sebagai fondasi utama pembentukan kepribadian, praktik pendidikan di lapangan masih cenderung berorientasi pada aspek kognitif. Kondisi tersebut menyebabkan pembinaan adab peserta didik belum terlaksana secara optimal, terutama dalam menghadapi tantangan perkembangan remaja pada era kontemporer.

Penelitian bertujuan menganalisis implementasi pendidikan adab di SMP IT Alam Nurul Islam Sleman, meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, dan penilaiannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, peserta didik, orang tua, serta alumni. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui aspek credibility, transferability, dependability, dan confirmability.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan adab di SMP IT Alam Nurul Islam dipandang sebagai fondasi utama pendidikan yang bertujuan membentuk manusia beradab, bukan sekadar mentransfer pengetahuan. Perencanaan pendidikan adab telah diintegrasikan ke dalam visi, budaya sekolah, dan berbagai program pendidikan, meskipun belum tersusun secara konseptual dan operasional secara komprehensif. Pelaksanaannya diwujudkan melalui pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, serta budaya sekolah, namun belum sepenuhnya menjadi komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan sehingga ekosistem pendidikan adab yang utuh masih memerlukan penguatan. Sementara itu, penilaian pendidikan adab dilakukan secara autentik melalui observasi perilaku, pembiasaan, dan berbagai instrumen evaluasi yang digunakan untuk memantau perkembangan karakter peserta didik.

Promotor utama,Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag., menyampaikan bahwa disertasi ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan karakter. Menurutnya, pendidikan adab tidak cukup dipahami sebagai aktivitas pembiasaan semata, tetapi harus dirancang secara sistematis dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan.

"Disertasi ini menunjukkan bahwa pendidikan adab harus menjadi ruh penyelenggaraan pendidikan Islam. Integrasi antara visi lembaga, budaya sekolah, keteladanan guru, serta sistem pembelajaran merupakan prasyarat untuk membangun ekosistem pendidikan yang benar-benar mampu melahirkan peserta didik yang berilmu sekaligus beradab,"ungkap Prof. Sutrisno.

Sementara itu, salah seorang penguji,Prof. Dr. Zainal Arifin, M.S.I., menilai bahwa hasil penelitian memiliki relevansi yang kuat dengan tantangan pendidikan Islam masa kini. Menurutnya, temuan penelitian dapat menjadi rujukan bagi sekolah Islam dalam memperkuat implementasi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai adab.

"Penelitian ini memberikan model implementasi pendidikan adab yang tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi menghadirkan praktik nyata di lingkungan sekolah. Ke depan, penguatan komitmen seluruh warga sekolah menjadi kunci agar pendidikan adab dapat membentuk budaya pendidikan yang berkelanjutan,"jelasnya.

Keberhasilan Jamaludin menambah daftar lulusan doktor Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam FITK UIN Sunan Kalijaga sekaligus menegaskan komitmen program studi dalam menghasilkan karya ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Disertasi ini diharapkan menjadi salah satu referensi akademik dalam pengembangan implementasi pendidikan adab di sekolah-sekolah Islam sehingga mampu memperkuat pembentukan karakter generasi yang berakhlak mulia, berintegritas, dan berkepribadian sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Kata kunci:pendidikan adab, ta'dīb, implementasi pendidikan, sekolah Islam terpadu, budaya sekolah.