TIGA MAHASISWA PRODI S3 PAI FTIK UIN SUNAN KALIJAGA TAMPIL DALAM THE 3rd APCOMS 2021 UIN ANTASARI BANJARMASIN

Presentasi Tiga Mahasiswa Prodi S3 PAI pada Forum Conferensi Internasional

Presentasi Tiga Mahasiswa Prodi S3 PAI pada Forum Conferensi Internasional

Presentasi Tiga Mahasiswa Prodi S3 PAI pada Forum Conferensi Internasional

Presentasi Tiga Mahasiswa Prodi S3 PAI pada Forum Conferensi Internasional

Presentasi Tiga Mahasiswa Prodi S3 PAI pada Forum Conferensi Internasional
Syarif Hidayatullah, Desti Widiani, dan Achmad Sopian, yang ketiganya merupakan mahasiswa Prodi S3 PAI FTIK UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, tampil sebagai panelis kontributor pada forum ilmiah The 3rd Annual Postgraduate Conference on Muslim Society (The 3rd APCoMS) 2021 yang diselenggarakan oleh Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin. Konferensi internasional yang bertema “Exploring Ethnoscience in the Malay World: Text, Tradition, and Identity” ini diseleknggarakan pada 12-13 November 2021 secara daring.
Syarif Hidayatullah, yang juga Dosen PAI Fakultas Filsafat UGM, memaparkan makalah berjudul ”Tradisi NU: Sebuah Upaya Eksplorasi Filsafat Nusantara”. Menurut Hidayatullah, ada beberapa tradisi yang dilakukan warga NU, antara lain: mengikuti paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), berpedoman pada madzhab muktabarah, bertarekat, ziarah kubur, tahlilan, dan tawassul. Tradisi-tradisi tersebut dilakukan warga NU sebagai bentuk kearifan lokal yang mereka miliki dalam membangun relasi harmonis dengan tradisi lokal yang telah berkembang sebelumnya di Indonesia. Dengan hasil penelitian ini Hidayatullah berharapkan, bisa memberikan solusi kepada pemerintah dalam upaya menghasilkan kebijakan baru untuk merespon fenomena bertumbuhkembangnya ekslusivisme di kalangan umat Islam di Indonesia, terutama sikap penolakan terhadap keragaman tradisi lokal nusantara.
Sementara Desti Widiani, yang saat ini juga menjadi dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, menyajikan makalah berjudul “Reaktualisasi Nilai Pendidikan Keluarga dalam Serat Warayagnya Karya KGPAA Sri Mangkunegara IV”. Widiani menegaskan bahwa Serat Warayagnya karya KGPAA Mangkunegara IV perlu dilestarikan baik melalui fisik naskah maupun kajian teks. Hal ini karena nilai ajaran luhur di dalam naskah tersebut masih relevan untuk diajarkan pada masyarakat era sekarang. Di antara nilai-nilai pendidikan keluarga dalam serat warayagnya karya Mangkunegara IV adalah bahwa nilai pendidikan keluarga perlu diajarkan sejak tahap pra nikah, yakni sejak masa seorang menjelang usia baligh (dewasa). Adapun nilai-nilai pendidikan keluarga yang masih relevan di era sekarang ini terkait hukum perkawinan, cara memilih pasangan, dan cara mencapai hidup sejahtera dalam perkawinan berserta masalah dan pemecahannya secara umum.
Sedangkan Achmad Sopian,yang berkarir sebagai Dosen STAI An-Nawawi Purworejo, menyampaikan makalah berjudul “Al-Fiqh al-Akbar Karya Imam Abu Hanifah dan Relevansinya bagi Pendidikan Islam”. Dalam penilaian Sopian, Al-Fiqh al-Akbar (fiqih besar) merupakan satu-satunya karya monografi Imam Abu Hanifah yang sangat berperan mengembangkan madzhab fiqh yang dibangunnya. Karenanya, mengulas paradigma fiqh Abu Hanifah tidak bisa lepas dari wacana yang termaktub di dalamnya. Tidak seperti karya fiqh pada umumnya yang memuat diktum-diktum hukum secara komprehensif, al-fiqh al-Akbar justru banyak mengurai tentang ilmu ketauhidan. Bagi Abu Hanifah, gagasan kalam sangat penting untuk mengejawantahkan prinsip keimanan yang termaktub dalam al-Qur’an. Sedangkan hukum tak lain merupakan kaitan ilmu kalam yang langsung bersentuhan dengan perbuatan mukallaf. Perbuatan manusia dinilainya mempunyai sifat kasbi sehingga mempunyai ruang untuk menyesuaikan dengan al-Qur’an dan Hadis. Perspektif al-Qur’an dan perbuatan mukallaf inilah yang kemudian banyak mewarnai setiap frase dalam karya al-Fiqh al-Akbar.
Kegiatan konferensi internasional tersebut dibuka secara resmi oleh General secretary of Asian Islamic universities Association, Mr. Tan Sri Prof. Dr. Nordin Kardi, dan welcome spheech disampaikan oleh Prof. Dr. H. Syaifuddin Sabda, M. Ag. (Direktur Pascasarjana UIN Antasari). Beberapa narasumber dari dalam dan luar negeri diundang dalam forum ilmiah ini, seperti Prof. Dr. H. Mujiburrahman, MA (Rektor UIN Antasari sekaligus sebagai Keynote Speaker), Prof. Datuk Seri Dr. Haji Awang Sariyan (Institut Alam dan Tamadun Melayu, Universiti Kebangsaan Malaysia), Dr. Norashikin Yusof, Ph. D., M. Ed., B. Ed. (Universiti Islam Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam), Prof. Amirul Hadi, Ph. D. (UIN Syarif Hidayatullah), Muhammad Iqbal, Ph. D. (UIN Antasari) Prof. Madya Sukree Langputeh, Ph. D. (Fatoni University, Thailand), Prof. Dr. H. Ersis Warmansyah Abbas, (Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia), Prof. Atun Wardatun, M. Ag., MA, Ph. D. (UIN Mataram, Indonesia), dan Dr. Zainal Fikri, M. Ag., MA (UIN Negeri Antasari) serta 58 orang panelis pemakalah kontributif yang lolos seleksi.