Muhammad Nuril Anam Pertahankan Disertasi tentang Pendidikan Agama Islam Berbasis Pembelajaran Reflektif untuk Menumbuhkan Resiliensi Peserta Didik
Promovendus dan Tim Penguji
Yogyakarta – Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menyelenggarakan Ujian Terbuka Promosi Doktor PAI ke-45 pada Senin, 27 Juli 2026 di Aula Lantai 3 Gedung PPG FITK UIN Sunan Kalijaga. Pada kesempatan tersebut, Muhammad Nuril Anam (NIM 19304016016) mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pendidikan Agama Islam Berbasis Pembelajaran Reflektif di Sekolah Dasar untuk Menumbuhkan Sikap Resiliensi Peserta Didik dari Keluarga Karier.”
Ujian terbuka dipimpin oleh Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd. selaku Ketua Sidang dengan Prof. Dr. Sukiman, S.Ag., M.Pd. sebagai Sekretaris Sidang. Tim promotor terdiri atas Prof. Dr. Marhumah, M.Pd. sebagai Promotor I dan Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I. sebagai Promotor II. Adapun dewan penguji lainnya adalah Dr. H. Slamet Yahya, M.Ag., Prof. Dr. Suyadi, M.A., Dr. Murtono, M.Si., dan Dr. Maya Fitria, S.Psi., M.A. Sidang berlangsung secara akademik, dinamis, dan konstruktif melalui pendalaman terhadap landasan teoritik, metodologi penelitian, serta kontribusi ilmiah disertasi bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam.
Dalam pemaparannya, Muhammad Nuril Anam menjelaskan bahwa penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa implementasi Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar masih didominasi oleh pencapaian aspek kognitif, sehingga belum sepenuhnya memberikan ruang bagi pengembangan dimensi afektif, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik. Kondisi tersebut menjadi semakin penting bagi peserta didik yang berasal dari keluarga karier (dual-career family), yang memiliki keterbatasan intensitas interaksi dengan orang tua dan menghadapi berbagai tantangan dalam membangun ketangguhan atau resiliensi.
Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Pendidikan Agama Islam berbasis pembelajaran reflektif di sekolah dasar, mengkaji kontribusinya dalam menumbuhkan sikap resiliensi peserta didik dari keluarga karier, mendeskripsikan persepsi guru, peserta didik, dan orang tua terhadap pelaksanaannya, serta merumuskan kerangka konseptual Pendidikan Agama Islam berbasis pembelajaran reflektif yang kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multisitus yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta dan SD Tumbuh 1 Yogyakarta. Informan penelitian meliputi guru Pendidikan Agama Islam, peserta didik kelas V dan VI yang berasal dari keluarga karier, serta orang tua peserta didik. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Pendidikan Agama Islam berbasis pembelajaran reflektif di kedua sekolah berlangsung melalui tahapan pengalaman autentik, refleksi kritis, internalisasi nilai-nilai Islam, dan tindakan nyata yang dilaksanakan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran tersebut memberikan ruang kepada peserta didik untuk merefleksikan pengalaman hidupnya, menginternalisasi nilai-nilai Islam seperti sabar, syukur, tawakal, dan ikhtiar, sekaligus mengembangkan kemampuan mengelola emosi, membangun kepercayaan diri, menyelesaikan masalah, serta beradaptasi secara positif terhadap berbagai tantangan kehidupan.
Penelitian ini juga menemukan bahwa guru, peserta didik, dan orang tua memberikan respons positif terhadap pendekatan pembelajaran reflektif. Mereka memandang pendekatan tersebut mampu menghubungkan pengalaman nyata peserta didik dengan materi Pendidikan Agama Islam sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna, kontekstual, dan transformatif dalam menumbuhkan sikap resiliensi peserta didik.
Sebagai kontribusi akademik utama, disertasi ini menghasilkan sebuah kerangka konseptual baru yang diberi nama REKAT, akronim dari Reflektif, Kontekstual, Afektif, dan Transformatif. Kerangka konseptual REKAT menawarkan model pengembangan Pendidikan Agama Islam yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan keagamaan, tetapi juga menekankan pembentukan karakter, ketangguhan, dan kemampuan peserta didik dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Model ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar, khususnya bagi peserta didik yang berasal dari keluarga karier.
Melalui ujian terbuka ini, Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam FITK UIN Sunan Kalijaga kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan penelitian doktoral yang tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori Pendidikan Agama Islam, tetapi juga menawarkan solusi konseptual dan praktis bagi berbagai persoalan pendidikan kontemporer. Temuan penelitian Muhammad Nuril Anam diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan Pendidikan Agama Islam sekaligus menjadi referensi bagi guru, sekolah, peneliti, maupun pengambil kebijakan dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih humanis, reflektif, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.