Transformative Islamic Education: Integrating Culture and Reconstructing National Morality”

Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI)UIN Sunan Kalijaga Yogyakartamenyelenggarakan Webinar Internasional Sesi 2 pada Rabu, 20 Mei 2026, dalam rangka memperingatiHari Kebangkitan Nasional. Mengusung temaTransformative Islamic Education: Integrating Culture and Reconstructing National Morality”, kegiatan ini dilaksanakan secara daring mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB dan diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai perguruan tinggi serta lembaga pendidikan di Indonesia. Webinar ini menjadi ruang akademik untuk memperkuat refleksi dan dialog mengenai peran strategis pendidikan Islam dalam membangun karakter bangsa di tengah dinamika sosial dan perkembangan teknologi digital.

Kegiatan dibuka dan dipandu oleh MC, Sdri. Ghina Ramadhanianty, S.Pd., mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam sesi pembukaan, Ketua Program Studi S3 PAI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,Prof. Dr. Sukiman, S.Ag., M.Pd., menyampaikankeynote speechyang menekankan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya dimaknai sebagai refleksi historis, tetapi juga sebagai momentum untuk membangun kesadaran kolektif melalui pendidikan, persatuan, dan penguatan peradaban bangsa.

Beliau menyampaikan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak lagi semata-mata berupa penjajahan fisik, melainkan juga persoalan krisis moral, lunturnya keteladanan, penyebaran hoaks, budaya instan, serta melemahnya nilai-nilai akhlak di era digital. Oleh karena itu, kebangkitan nasional perlu diwujudkan tidak hanya melalui kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga melalui penguatan moralitas dan pendidikan karakter. Dalam konteks tersebut, Pendidikan Agama Islam memiliki posisi strategis sebagai instrumen transformasi sosial yang mampu menanamkan nilai-nilai Islam sekaligus menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, toleransi, budaya, lingkungan, dan etika digital. Tema webinar ini juga sejalan dengan visi keilmuan Program Studi S3 PAI yang berorientasi pada pengembangan ilmu Pendidikan Agama Islam berbasis integrasi-interkoneksi transformatif.

Sesi utama webinar dipandu oleh moderator Didy Fantofik, B.A., M.A. dan menghadirkan empat narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi. Narasumber pertama,Rosyidatul Hikmawati, M.Pd.I.dariEotvos Lorand University Budapest, Hungaria memaparkan pentingnya penguatan pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada aspek teoritis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak mulia. Ia menyoroti berbagai tantangan moral yang dihadapi masyarakat, seperti intoleransi, penyalahgunaan media sosial, dan menurunnya kualitas adab dalam kehidupan sosial. Menurutnya, pendidikan Islam perlu memperkuat integrasi nilai-nilai budaya lokal yang selaras dengan ajaran Islam, seperti ukhuwah, gotong royong, penghormatan kepada guru, dan penghormatan kepada orang tua. Selain itu, pendidikan Islam juga perlu responsif terhadap tantangan era digital, khususnya terkait etika bermedia dan penguatan karakter generasi muda.

Narasumber kedua,Prof. Dr. Sangkot Sirait, M.Ag menjelaskan bahwa rekonstruksi moral bangsa dapat dilakukan melalui penguatan pendidikan akhlak, keteladanan, integrasi budaya lokal, serta implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan pentingnya Pendidikan Agama Islam yang berwawasan kebangsaan, yakni pendidikan yang mampu menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus semangat cinta tanah air, persatuan, dan nasionalisme. Menurutnya, PAI tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu agama, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter warga negara yang etis, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.

Sementara itu, narasumber ketiga,Zeni Murtafiati Mizani, M.Pd.I., mengangkat tema transformasi kurikulum Pendidikan Agama Islam. Ia menekankan bahwa kurikulum PAI perlu terus dikembangkan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat modern. Dalam paparannya, ia menawarkan model transformasi kurikulum berbasis lima tahapan, yaituta’aruf, tadabbur, tatbiq, tafaquh,danmuhasabahsebagai pendekatan pembelajaran yang lebih holistik dan relevan dengan tantangan pendidikan kontemporer.

Adapun narasumber keempat,Ahmad Abdul Rochim, M.Pd., menyoroti pentingnya adab dan sopan santun sebagai fondasi utama pendidikan Islam. Menurutnya, pembentukan karakter perlu diwujudkan melalui pembiasaan perilaku santun dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Keberhasilan pendidikan, lanjutnya, tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kualitas akhlak dan perilaku peserta didik.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif melalui sesi tanya jawab yang menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap isu pendidikan Islam transformatif, integrasi budaya, dan rekonstruksi moral bangsa. Berbagai pandangan dan tanggapan peserta semakin memperkaya pembahasan serta mempertegas urgensi penguatan peran Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi tantangan sosial, budaya, dan teknologi di era kontemporer.

Melalui penyelenggaraan webinar internasional ini, Program Studi S3 PAI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berharap dapat terus memperkuat kontribusi akademik dalam pengembangan paradigma Pendidikan Agama Islam yang transformatif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter bangsa. Kegiatan resmi ditutup pada pukul 11.30 WIB dengan harapan bahwa berbagai gagasan dan refleksi yang berkembang selama webinar dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan Islam yang lebih relevan, humanis, dan berdampak positif bagi masyarakat Indonesia.